Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Maret 2021 | 00.59 WIB

Kiai Said Jadi Komut PT KAI, Nabil: Semua Gajinya Akan Disedekahkan

KH Said Aqil Siroj (MUHAMAD ALI/JAWA POS) - Image

KH Said Aqil Siroj (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj ditunjuk menjadi Komisaris Utama (Komut) yang juga merangkap Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Gaji bulanan posisi strategis yang kini dijabat oleh sang kiai itu akan digunakan untuk sedekah.

"Kiai Said juga berkomitmen bahwa gaji sebagai Komisaris PT KAI akan digunakan untuk sedekah. Tentu saja, Kiai Said selama ini juga getol mengkampanyekan filantropi, di antaranya melalui NUCare-Lazisnu," ujar Nabil Haroen yang merupakan juru bicara Said Aqil Siroj kepada wartawan, Kamis (4/3).

Nabil juga mengatakan Said Aqil Siroj bukan tipikal orang yang mencari jabatan. Karena sudah banyak kegiatan seperti mengurus pesantren, NU, dan merawat umat. Namun, lanjutnya, kiai Said dikenal sebagai manajer handal. Sebab, selama puluhan tahun, Said mengabdi di NU dan pesantren.

"Kiai Said Aqil telah menjadi Ketua Umum PBNU selama dua periode, yang banyak membawa kemajuan dalam hal tata kelola dan manajerial. Kiprah Kiai Said tidak lagi diragukan," ujar Nabil.

Baca Juga: Anak Muda Demokrat Sebut Jhoni Tinggal di Planet Mars


Nabil yang merupakan Anggota Komisi IX DPR ini menambahkan, Said Aqil juga sebelumnya menjadi komisaris di beberapa perusahaan. Jadi, menjadi Komisaris bukan hal yang baru baginya. Said sangat paham tata kelola perusahaan.

"Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hal kapabilitas. Kiai Said juga berkomitmen menggerakkan ekonomi rakyat kecil. Bahwa, beliau akan berpihak dan memperjuangkan aspirasi rakyat untuk ekonomi kewargaan, melalui PT KAI," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nabil juga menegaskan, keputusan Menteri BUMN Erick Thohir Said menunjuk kiai Said sebagai Komisaris Utama PT KAI, tidak akan mengubah sikap kritis NU kepada pemerintah.

"Kiai Said tetap akan kritis, terutama atas hal-hal yang dianggap menyimpang dari kemaslahatan umat. Karena selama ini kritik-kritik Kiai Said jelas bertumpu kepada kaidah yang jelas, yakni kaidah-kaidah Islam dalam hal untuk membangun kesejahteraan publik," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore