Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 20.44 WIB

Dipecat AHY, Damrizal: Saya Tak Sedih Apalagi Berduka

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono usai  melakukan pertemuan di kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu nasional termasuk pembahasan rencana koalisi pada Pilkada 2020. Foto: Dery Ridwansah/ Jawa - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono usai melakukan pertemuan di kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu nasional termasuk pembahasan rencana koalisi pada Pilkada 2020. Foto: Dery Ridwansah/ Jawa

JawaPos.com - Politikus senior Partai Demokrat HM Darmizal memastikan, keputusan pemecatan sepihak terhadap dirinya dan enam orang kader senior lainnya akan semakin mensolidkan barisan untuk menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB).

Darmizal beralasan, tindakan ini akhirnya semakin membuat publik dan kader yakin bahwa Partai Demokrat memang berada dalam pengelolaan yang salah dan kental dengan nuansa yang tidak taat aturan dan tidak demokratis.

"Saya tidak bersedih apalagi berduka atas pemecatan ini. KLB bagi adalah satu kebanggaan yang luar biasa karna terkait dengan tujuan mulia yang dilandasi niat tulus dengan manfaat kebaikan, terutama dan yang paling penting adalah manfaat dapat menyelamatkan begitu banyak kader diseluruh tanah air dari perilaku dzolim, pimpinan partai," ujar Damrizal kepada wartawan, Senin (1/3).

"Pemecatan ini, bagi kami menjadi tonggak sejarah yang paling monumental,  semakin bergairah dan militan untuk melaksanakan Kongres Luar Biasa, guna mengembalikan hak kader," tambahnya.

Damrizal mengatakan adanya pemecatan ini menunjukan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menerima barbagai kritikan yang dialamatkan kepada sang anak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Pmecatan ini menunjukkan wajah SBY yang sebenarnya, anti-kritik, tidak demokratis dan mengelola partai sesuai seleranya dan keluarga," katanya.

Darmizal pun menegaskan, tindakan ini akan membuat  perjuangan kader untuk memperbaiki partai Demokrat semakin kuat. Seluruh kader akan menggunakan momentum ini untuk melawan arogansi yang terjadi selama ini. Misalnya, memberangus weqenang, pengutipan iuran, politik transaksional, dan tanpa transparansi pengelolaan keuangan partai.

"Pemecatan ini akan semakin membuat agenda perubahan dan perbaikan partai semakin bergelora, semakin besar. KLB Insya Allah segera dilakukan," tuturnya.

Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin


Diketahui, Partai Demokrat melakukan pemecatan enam orang kadernya yakni adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

Mereka dianggap berupaya melakukan kudeta terhadap AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dengan berusaha menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) secara ilegal.

Dengan demikian, sejak keputusan ini ditetapkan, enam kader tersebut secara otomatis gugur hak dan kewajibannya sebagai anggota Partai Demokrat. Seluruh perkataan dan perbuatannya tidak lagi dapat dikaitkan dengan Partai Demokrat.

Termasuk juga larangan bagi mereka untuk menggunakan seragam, atribut, simbol, lambang dan identitas Partai Demokrat.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore