
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono usai melakukan pertemuan di kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu nasional termasuk pembahasan rencana koalisi pada Pilkada 2020. Foto: Dery Ridwansah/ Jawa
JawaPos.com - Politikus senior Partai Demokrat HM Darmizal memastikan, keputusan pemecatan sepihak terhadap dirinya dan enam orang kader senior lainnya akan semakin mensolidkan barisan untuk menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB).
Darmizal beralasan, tindakan ini akhirnya semakin membuat publik dan kader yakin bahwa Partai Demokrat memang berada dalam pengelolaan yang salah dan kental dengan nuansa yang tidak taat aturan dan tidak demokratis.
"Saya tidak bersedih apalagi berduka atas pemecatan ini. KLB bagi adalah satu kebanggaan yang luar biasa karna terkait dengan tujuan mulia yang dilandasi niat tulus dengan manfaat kebaikan, terutama dan yang paling penting adalah manfaat dapat menyelamatkan begitu banyak kader diseluruh tanah air dari perilaku dzolim, pimpinan partai," ujar Damrizal kepada wartawan, Senin (1/3).
"Pemecatan ini, bagi kami menjadi tonggak sejarah yang paling monumental, semakin bergairah dan militan untuk melaksanakan Kongres Luar Biasa, guna mengembalikan hak kader," tambahnya.
Damrizal mengatakan adanya pemecatan ini menunjukan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menerima barbagai kritikan yang dialamatkan kepada sang anak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Pmecatan ini menunjukkan wajah SBY yang sebenarnya, anti-kritik, tidak demokratis dan mengelola partai sesuai seleranya dan keluarga," katanya.
Darmizal pun menegaskan, tindakan ini akan membuat perjuangan kader untuk memperbaiki partai Demokrat semakin kuat. Seluruh kader akan menggunakan momentum ini untuk melawan arogansi yang terjadi selama ini. Misalnya, memberangus weqenang, pengutipan iuran, politik transaksional, dan tanpa transparansi pengelolaan keuangan partai.
"Pemecatan ini akan semakin membuat agenda perubahan dan perbaikan partai semakin bergelora, semakin besar. KLB Insya Allah segera dilakukan," tuturnya.
Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin
Diketahui, Partai Demokrat melakukan pemecatan enam orang kadernya yakni adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.
Mereka dianggap berupaya melakukan kudeta terhadap AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dengan berusaha menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) secara ilegal.
Dengan demikian, sejak keputusan ini ditetapkan, enam kader tersebut secara otomatis gugur hak dan kewajibannya sebagai anggota Partai Demokrat. Seluruh perkataan dan perbuatannya tidak lagi dapat dikaitkan dengan Partai Demokrat.
Termasuk juga larangan bagi mereka untuk menggunakan seragam, atribut, simbol, lambang dan identitas Partai Demokrat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
