Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Februari 2021 | 00.58 WIB

Dipecat Demokrat, Ketua DPC Kab Tegal Minta Rp 500 Juta Dikembalikan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Partai Demokrat melakukan pemecatan kader-kader yang mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) ungtuk menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum partai berlogo bintang mercy. Salah satu yang terkena pemecatan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal, Ayu Palaretin. Ayu yang mengaku sudah tiga periode menjabat sebagai ketua DPC mengaku kaget atas pemberhentian dirinya.

"Saya resmi dicopot oleh Ketua DPD Jawa Tengah tanggal 17 Februari kemarin," ujar Ayu Palaretin kepada wartawan, Jumat (26/2).

Ayu menjelaskan pencopotan dirinya bersamaan dengan tuduhan dia telah terima uang dari senior-senior Demokrat yang menginginkan KLB. Ayu menambahkan dirinya juga diminta untuk membuat berita acara pemeriksaan terkait pemberian para senior.

"Anehnya, saya disuruh membuat koronologis atas hal yang tidak pernah saya lakukan," katanya.

Ayu menambahkan pemecatan dirinya mengundang banyak pertanyaan, baik dari internal partai, kerabat maupun koleganya. Menurut Ayu, pertanyaan-pertanyaan itu lahir dari ketidakpercayaan para pihak penanya.

"Mereka tahu bahwa saya yang lakukan berjuang dari awal untuk Demokrat di Tegal. Dan saya bersyukur bisa mendapatkan 6 kursi di era Pak Hadi Utomo (mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Red)," katanya.

Ayu mengaku dirinya tidak keberatan dipecat secara sepihak oleh DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Dia hanya ingin meminta uang senilai Rp 500 juta yang diserahkan kepada Ketua DPD PD Jawa Tengah.

"Meski saya sadari pemberian uang Rp 500 juta tersebut tidak ada tanda buktinya. Uang itu digunakan untuk pemenangan salah satu wali kota di Magelang. Wajarkan saya tagih hak saya, karena uang itu disebutkan sebagai pinjaman Ketua DPD PD Jateng Rinto Subekti," bebernya.

Ayu membandingkan kepemimpinan saat ini tidak memperhatikan DPD. Menurut dia, meski saat itu dirinya telah berjuang, namun DPP memperhatikan sekali cabang-cabangnya di wilayah.

"Contoh kecilnya, dua periode pertama DPP masih memperhatikan uang saksi. Namun di Pilpres kemarin sama sekali tidak ada. Dampaknya suara partai terjun bebas, untung saja di Tegal masih dapat dua kursi. Di kabupaten atau kotamadya lainnya sama sekali tidak ada," pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zKhLjlrRBIE

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore