
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma
JawaPos.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menyelenggarakan Muktamar pada Desember 2020 mendatang. Agenda utamanya adalah pemilihan ketua umum periode 2020-2025.
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan hajatan Muktamar tersebut merupakan islah antara PPP versi Muktamar Surabaya dan Muktamar Jakarta kubu Humphrey Djemat. "Terkait dengan islah. Ini muktamarnya sudah jadi momen islah," ujar Arsul dalam konferensi pers di Kantor PPP, Jakarta, Senin (2/11).
Arsul menyebut, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan PPP kubu Humphrey Djemat terkait hajatan tersebut. Tentunya agar bisa terlaksana dengan baik.
"Jadi Pak Humphrey diundang atau tidak, kami Insya Allah berkomunikasi gitu lho. Karena kita bingung juga kalau semua yang kita undang itu bisa datang, gitu ya. Supaya apa kami bisa mempersiapkan sebaik-baiknya siapa saja yang akan datang," katanya.
Seperti diketahui, pada 2017, PPP sempat pecah dan terbagi menjadi dua kepemimpinan. Pertama, PPP versi Muktamar Surabaya dinakhodai Muhammad Romahurmuziy yang kemudian diganti Suharso Munoarfa. Lalu kedua, PPP versi Muktamar Jakarta dipimpin Djan Faridz yang belakangan mundur dan diganti Humphrey Djemat. Kedua kubu mengklaim kepengurusan PPP yang sah adalah miliknya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3HSTYxnaD9E&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
