
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berjalan saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih pada tahun 2020 terseb
JawaPos.com - PDIP memutuskan tidak ikut dalam kontestasi Pilgub Sumbar 2020. Keputusan itu dipicu dengan pengembalian surat rekomendasi oleh paslon cagub-cawagub yang sempat diusung PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni.
Sikap Mulyadi-Ali Mukhni itu disebut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai bentuk ketidakteguhan paslon tersebut sebagai pemimpin. Menurut Hasto, paslon Mulyadi-Ali Mukhni tidak mempunyai kekuatan dalam berprinsip. Paslon itu hanya menjadi ajang popularitas.
"PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih kepada Mulyadi yang telah mengembalikan rekomendasi ke Partai. Sejak awal saya sudah menduga bahwa Mulyadi tidak kokoh dalam sikap sebagai pemimpin, sehingga mudah goyah dalam dialektika ideologi," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (6/9).
"Bagi PDI Perjuangan menjadi pemimpin itu harus kokoh dan sekuat batu karang ketika menghadapi terjangan ombak, terlebih ketika sudah menyangkut Pancasila," imbuhnya.
Baca juga: Paslon Pilkada dari PDIP Mendaftar Serentak pada Hari Pertama
Sebelumnya, PDIP menjadi sorotan. Pasalnya pada Rabu (2/9) Ketua DPP PDIP Puan Maharani melontarkan pernyataan kontroversial yang beralamat kepada masyarakat Sumbar. Akibatnya masyarakat Sumbar marah dan tersinggung.
Berselang beberapa hari kemudian Mulyadi-Ali Mukhni menyatakan mengembalikan surat rekomendasi dari PDIP. Pengembalian itu direspons DPD PDIP Sumbar. Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman menyatakan dari hasil rapat internal memutuskan PDIP tidak mengikuti Pilgub Sumbar. "Sikap politik ini sudah kami sampaik ke DPP PDIP," sebagaimana dilansir Padek.co, Sabtu (5/9). Alex menyesalkan buruknya bentuk komunikasi politik Mulyadi dan Ali Mukhni.
Lebih jauh Hasto mengatakan, sebetulnya pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat pengumuman cagub-cawagub Sumbar merupakan harapan agar Sumbar jauh lebih baik lagi. Terlebih salah satu pahlawan nasional Mohammad Hatta merupakan asal Sumbar.
Baca juga: Pernyataan Puan Ramai, Cawabup Ini Tetap Maju Lewat Demokrat-PDIP
"Apa yang disampaikan oleh Mbak Puan merupakan suatu harapan agar Sumatera Barat jauh lebih baik sebagaimana sejarah telah mencatat dalam tinta emas, kepeloporan para pahlawan Sumbar seperti Moh Hatta, KH Agus Salim, Rohana Kudus, HR Rasuna Said, Moh Natsir, Tan Malaka dan lainnya. Beliau para tokoh dan para pejuang bangsa, sosok pembelajar yang baik, dan menjadi keteladanan seluruh kader Partai," cetus Hasto.
Sementara itu, pada pernyataannya Ali Mukni mengatakan, pihaknya mengembalikan surat rekomendasi PDIP karena banyaknya desakan dari masyarakat Sumatera Barat, baik yang di kampung maupun di perantauan merasa kecewa atas pernyataan Puan Maharani.
"Memang banyak tokoh masyarakat Minang yang telepon saya menyampaikan kekecewaan terhadap penyataan Mbak Puan," tandasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=s6-Sp3HF0sc

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
