Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2020 | 01.55 WIB

Indeks Demokrasi Indonesia Membaik, Meski Belum Naik Kelas

Relawan dan simpatisan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - KH Ma - Image

Relawan dan simpatisan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - KH Ma

JawaPos.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melaporkan, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019 mengalami perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di angka 74,92. Untuk diketahui, IDI merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia.

"Dibandingkan 2018, ada kenaikan 2,53 poin. Catatannya bahwa angkanya masih berada di 60-80. Artinya, demokrasi Indonesia masih dalam kategori sedang," kata Kecuk, sapaan Suhariyanto, dalam konferensi pers virtual, Senin (3/8).

Komponen IDI terdiri dari tiga aspek, 11 variabel, dan 28 indikator. Ketiga aspek yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga demokrasi.

Kecuk lebih lanjut merincikan, empat variabel yang diukur pada aspek kebebasan sipil yaitu kekebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, serta kebebasan dari diskriminasi.

Aspek hak-hak politik terdiri dari dua variabel. Pertama, hak memilih dan dipilih. Kedua, partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan pemerintahan.

Sementara itu, aspek lembaga demokrasi terdiri dari lima variabel. Mereka adalah pemilu yang bebas dan adil, peran DPRD, peran partai politik, peran birokrasi pemerintah daerah, serta peradilan yang independen.

Sejak dilakukan pengukuran pertama kali pada 2009, capaian IDI belum naik kelas ke kategori baik. Kecuk merincikan, ada tiga kategori penilaian IDI, pertama di bawah 60 yang berarti demokrasi dikategorikan buruk.

Kedua, antara 60-80 yang berarti demokrasi dikategorikan sedang. Ketiga, di atas 80 yang berarti demokrasi dikategoriskan baik.

Namun meskipun masih berada di kategori sedang, Kecuk menuturkan, capaian IDI 2019 sudah nyaris mencapai target RPJMN untuk 2019. "Pada 2019 ini IDI-nya tertinggi, 74,92, hanya sedikit sekali di bawah target RPJMN di mana IDI ditetapkan 75,00," terang Kecuk.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, capaian IDI 2019 memperlihatkan bahwa demokrasi di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan perbaikan. Berturut-turut sejak 2009 berikut capaian indeks demokrasi Indonesia.
1. 2009 - 67,30
2. 2010 - 63,17
3. 2011 - 65,48
4. 2012 - 62,63
5. 2013 - 63,72
6. 2014 - 73,04
7. 2015 - 72,82
8. 2016 - 70,09
9. 2017 - 72,11
10. 2018 - 72,39
11. 2019 - 74,92

https://www.youtube.com/watch?v=nj7NuOsEWf8

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore