
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy
JawaPos.com - Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI) Lukman Edy mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir konsisten melakukan pemangkasan struktur di kementeriannya. Karena gemuknya struktur menyebabkan pembiayaan tinggi.
Selain itu, kata mantan legislator dari fraksi PKB itu, bisa membuat birokrasi di tubuh BUMN makin rumit. Imbasnya bisnis menjadi kurang efisien.
"Menteri BUMN sedang menjalankan dua ajaran David Osborne, yakni Efisiensi dengan cara memangkas birokrasi, dan Transformasi dengan cara mewirausahakan birokrasi," ujar Lukman Edy dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu (14/6).
Menurut Lukman Edy, gagasan dasar Osborne sesungguhnya adalah mencangkok manajemen bisnis profesional ke dalam tubuh birokrasi dan pemerintahan. Tubuh birokrasi yang selama ini cenderung gemuk dan malfungsi. Karena itu harus dirampingkan agar dapat berjalan secara efektif dan lincah.
"Sedangkan kebijakan yang diambil dengan pola penataan profesional diharapkan membawa transformasi visi pemerintahan menjadi lebih efisien dan produktif," paparnya.
Diketahui, semenjak dilantik menjadi Menteri BUMN, Erick Thohir (ET) tak pernah henti bergerak dan mencipta langkah strategis di tubuh kementriannya. Atas nama efisiensi dan efektifitas, ET memangkas empat jabatan deputi di kementeriannya yang di era Rini Soemarno diisi oleh tujuh orang, kini ia memangkasnya menjadi hanya tiga orang.
Selesai melakukan perampingan di tubuh kementrian, pada bulan April lalu, ET resmi memulai penutupan total 51 anak dan cucu di tiga perusahaan BUMN, yakni Garuda Indonesia, pertamina dan Telkom.
Dari Garuda Indonesia, 6 anak perusahaan ditutup, dari pertamina 25 anak usaha perusahaan akan ditutup dalam kurun waktu 2 tahun ini, dan dari Telkom ditargetkan tahun ini 20 anak perusahaan akan segera ditutup. Alasan yang dikemukakan ET adalah bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari rasionalisasi dan efisiensi perusahaan-perusahaan BUMN.
Menurut, Lukman Edy, sebagai seorang profesional, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Erick Thohir tidaklah mengherankan. Sebab nalar bisnis efisiensi dan transformasi dipastikan akan mewarnai kebijakannya. Ibarat gerak tubuh, ia sudah menjadi seperti “gerak reflek” dari seorang profesional.
"Erick harus bisa menunjukkan integritasnya, dengan tidak terpengaruh berbagai tekanan internal maupun eksternal. Bukan tidak sedikit tekanan di internal BUMN yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan Erick," ujarnya.
Lebih lanjut, Lukman juga mengaku, dirinya mendengar yang bisa mengerem langkah Erick Thohir dalam melakukan effisiensi dan transformasi di BUMN adalah hanya Presiden Jokowi.
"Oleh sebab itu jangan coba coba mengganggu konsentrasinya, pasti tidak diindahkannya, kecuali ada perintah langsung dari Presiden Jokowi," tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=i645nNylxEk
https://www.youtube.com/watch?v=Ur2hyw9TxsE
https://www.youtube.com/watch?v=yLzjAEohRHk

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
