
Photo
JawaPos.com - Kader Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sayang Mandabayan ditangkap oleh pihak kepolisian karena kedapatan membawa bendera Bintang Kejora. Kejadian ini sempat viral dan anak buah Hary Tanoe itu pun dianggap bertolak belakang terhadap komitmen partai mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ahmad Rofiq menegaskan, pihaknya telah melakukan pemecatan pada kadernya itu. Sebab, kata dia, bagi Perindo komitemen mempertahankan NKRI adalah harga mati dan tidak bisa diganggu-gugat.
"Kami langsung melakukan pemecatan dengan tidak hormat. Kami tidak menoleransi kepada siapa pun yang telah melakukan kegiatan melawan hukum, apalagi itu bagian dari separatisme," ujar Rofiq saat dihubungi, Selasa (3/9).
Menurut Rofiq, dengan telah ditangkapnya Ketua DPD Perindo Kota Sorong itu, maka Perindo sudah tidak memiliki sangkut paut apa pun dengan Sayang Mandabayan.
"Atas kejadian ini, Perindo ingin menegaskan bahwa Ketua DPD Perindo Kota Sorong sejak ditangkap oleh aparat, maka sejak itu pula dia bukan lagi sebagai kader, anggota, dan pengurus partai," katanya.
Rofiq juga berpesan kepada kadernya untuk terus mengelorakan ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Sehingga NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara sudah final tidak bisa diganti dengan apapun.
"Perindo akan melakukan penguatan ideologi di daerah yang rawan isu politik dan mengingatkan agar para kader partai fokus melakukan pengabdian kepada masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Papua Barat melakukan penangkapan kepada Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong Sayang Mandabayan. Dia ditangkap karena kedapatan membawa bendera Bintang Kejora saat tiba di Bandara Rendani Manokwari pada Senin (2/9) pukul 16.21 WIT. Dari tangan dia ditemukan ratusan lembar bendera Bintang Kejora berukuran kecil.
“Telah dilakukan Penangkapan terhadap pembawaan bendera Bintang Kejora yang dibawa oleh Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong atas nama saudari Sayang Mandabayan,” ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey saat dikonfirmasi, Selasa (3/9).
Mathias menuturkan, Mandabayan tiba di Bandara Rendani setelah menempuh perjalanan menggunakan pesawat dari bandara Domine Eduard Osok Sorong. Dia datang ke Manokwari untuk mengikuti aksi damai yang rencananya akan digelar hari ini di wilayah tersebut.
Setelah turun dari pesawat dan hendak mengambil bagasi di ruang kedatangan, petugas bandara mencurigai gerak gerik Mandabayan. Kemudian petugas tersebut melakukan pemeriksaan terhadap koper yang dibawa oleh dia.
“Dan menemukan bendera Bintang Kejora berukuran kecil ukuran 15 x 25 cm sebanyak 150 lembar di dalam Koper berwarna pink,” tambah Mathias.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
