
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (2/5). Nama AHY masuk dalam jajaran menteri milenial dari kalangan parpol. (SESKAB for Jawa Pos)
JawaPos.com - Nasib politik ke depan Partai Demokrat belum ditentukan. Bergabung ke koalisi pemerintah atau merapat menjadi bagian oposisi. Nama Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga digadang-gadang menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi dan Ma'ruf Amin. Hal ini karena Jokowi menginginkan menteri dari milenial. Lantas bagaimana tanggapan Demokrat?
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawasi Syamsuddin mengatakan partai yang dikepalai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini punya etika. Tidak mungkin meminta-minta jatah menteri ke Presiden Jokowi. "Yang pasti jabatan-jabatan apapun itu enggak boleh meminta-minta. Ada harga diri, ada gengsi," ujar Didi kepada wartawan, Sabtu (20/7).
Didi menambahkan, Partai Demokrat juga siap memberikan kadernya apabila dibutuhkan oleh Presiden Jokowi untuk memberikan sumbangsihnya dalam mengelola pemerintahan selama lima tahun ke depan. "Tetapi kita lihat ke depan, kalau memang diperlukan juga, tapi ini sepenuhnya hak prerogatif Presiden, siap dalam posisi apapun," katanya.
Partai Demokrat juga tidak berharap banyak bisa masuk ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Didi mengatakan, Partai Demokrat siap menjadi oposisi. Karena peran oposisi juga dibutuhkan untuk mengawasi jalannya pemerintahan. "Posisi di luar pemerintahan sangat bagus ya. Dalam check dan balancing ya. Itu sangat bagus sekali," ungkapnya.
Komandan Kogasma didampingi oleh Ketua DPD Partai Demokrat dan fungsionaris partai, Sabtu (2/3).
Komandan Kogasma didampingi oleh Ketua DPD Partai Demokrat dan fungsionaris partai, Sabtu (2/3).
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan ketertarikannya terhadap milenial untuk bisa membantunya di pemerintahan periode 2019-2024. Karena dia menginginkan orang yang energik dan cepat di pemerintahannya.
"Bisa saja ade menteri umur 20-25. Tapi harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an juga banyak. Ini karena saat ini dan ke depan perlu adanya orang-orang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman," kata Jokowi beberapa waktu lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
