
Photo
JawaPos.com - Cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia mendapat banyak respon positif dari kalangan swasta. Salah satunya Takke Group.
Dukungan itu diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Takke Group, Laurence M. Takke usai meninjau lokasi rencana pembangunan pelabuhan “New Transshipment Port Gunung Kijang” di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, (7/7).
“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Potensinya luar biasa besar untuk menjadi poros maritim dunia," ujar Laurence dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.
Namun, lanjut Laurence, potensi saja tentu tidak cukup. Karena itu, dibutuhkan semua peran pemangku kepentingan dan harus mau bekerjasama atau berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakan Jokowi.
Laurence yang dilahirkan dan dibesarkan di Pulau Bintan sebagai wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia – Singapura – Malaysia, mengaku cukup paham dengan konsep Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Sebagai anak pulau, saya paham apa yang diinginkan pak Jokowi tentang poros maritim dunia. Ini gagasan strategis masa depan kita untuk menjamin konektivitas laut antar pulau dan kedaulatan wilayah laut NKRI,” katanya.
Menurut Laurence, posisi geografis Pulau Bintan yang berada pada jalur pergerakan kapal-kapal kargo dunia di Selat Malaka, merupakan salah satu keunggulan komparatif yang dimiliki Pulau Bintan dan tidak ditemukan di daerah lainnya di Indonesia.
Kedalaman lautnya juga, kata dia, cukup mendukung, antara 20 meter sampai 40 meter. Kemudian, lokasi anchorage area atau labuh jangkarnya juga cukup strategis karena terlindung dari beberapa pulau-pulau kecil yang berfungsi sebagai break water sehingga kapal dapat terhindar dari hempasan gelombang laut.
Keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia poros maritim dunia sebagaimana cita-citakan Presiden Jokowi, sudah disampaikan kepada Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam sebuah pertemuan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Untuk hard infrastructure atau pembangunan fisiknya, seperti pembangunan pelabuhan kontainer dan seluruh fasilitas pendukungnya, kami sudah siapkan lahan seluas 400 – 500 hektar,” jelas Laurence.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyambut baik ajakan Takke Group uuntuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Secara geografis, tentu tak diragukan lagi. Tinggal dikaji lagi lebih komprehensif, baik dari sisi ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan. Pelabuhan transshipment ini penting untuk mengurangi dominasi Singapura. Sehingga kapal-kapal dari Indonesia bisa melayani ekspor langsung (direct call) ke negara tujuan,” harapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
