
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (kanan)
JawaPos.com - Pada Pemilu 2019 ini terdapat sembilan parpol yang dinyatakan meraih ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT). Pemilu serentak ini benar-benar menguras tenaga dari parpol maupun calegnya.
Di sembilan parpol yang lolos tersebut, terdapat sejumlah caleg yang menjadi penyumbang suara terbanyak. Bahkan ada yang mendapatkan suara di atas 200 ribu. Mereka pun berkontribusi untuk menyelamatkan parpolnya. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) misalnya. Parpol ini merupakan satu dari sembilang lolos ke senayan.
Di balik itu terdapat nama Achmad Baidowi. Dia merupakan caleg yang memperoleh suara terbanyak di partai berlambang kakbah tersebut.
Kepada JawaPos.com, Achmad Baidowi bercerita, sejak 17 April 2017 aktivitas dirinya sebagai koordinator saksi nasional PPP semakin padat. Di terus memantau hasil perolehan suara partai secara nasional. Komunikasi dengan para caleg dan DPW untuk memastikan gambaran perolehan suara PPP bisa lolos ambang batas parlemen 4 persen.
Data hasil hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survei yang membuatnya bertambah semangat. Maklum Pemilu 2019 ini menjadi pertaruhan bagi PPP. Apakah masih ada di jagat politik Indonesia atau malah tenggelam.
Photo
Wasekjen PPP Achmad Baidowi. (Dok. JawaPos.com)
"Saya konsentrasi betul karena mayoritas kami kehilangan form C1 akibat kurangnya saksi di TPS," kata pria yang biasa disapa Awiek itu memulai obrolannya pekan lalu.
Pemilu serentak kali ini memang dirasakannya sangat berat karena energi publik tersedot ke Pilpres. Bahkan, pileg cenderung sepi dari pemberitaan media.
Ditambah ketentuan PT 4 persen dan metode penghitungan kursi menggunakan saint lague yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia. Terlihat wajahnya semringah ketika menunjukkan tabulasi perolehan suara PPP di Dapil XI Jawa Timur.
Pada Pemilu 2019 ini Awiek kembali dicalonkan dari Dapil Jatim XI nomor urut 1. Berdasar DD1 (hasil rekapitulasi KPU RI) jumlah suaranya mencapai 227.170 dari 265.174 total suara PPP di dapil yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
Dengan perolehan tersebut, Awiek menempati rangking 1 di internal PPP dari 19 orang yang terpilih ke Senayan. "Alhamdulillah perolehan suara saya naik hampir tiga kali lipat dibanding 2014 yang saat itu hanya mendapatkan 82.052 suara," ujarnya merendah.
Perolehan suara mantan wartawan ini tergolong fantastis. Menempati urutan kedelapan teratas dari 575 anggota DPR terpilih lintas partai. Padahal sebelumnya banyak yang meremehkan dirinya bahkan diprediksi tak bisa lanjut ke periode kedua.
Dari nama-nama caleg yang menempati rangking 10 besar, Awiek tergolong istimewa karena dia bersanding dengan sejumlah nama beken mulai dari menteri, mantan kepala daerah, adik kepala daerah hingga anak presiden. "Saya hanya santri biasa bukan dari kalangan priayi, dapat suara segitu sungguh luar biasa," tuturnya.
Alumnus Ponpes Darul Ulum Banyuanyar ini memang berasal dari keluarga biasa. Kedua orang tuanya, Abd Rohim dan Ramna hanyalah seorang petani. Meskipun lahir di Banyuwangi, leluhurnya berasal dari Madura. Kakek dari ibunya berasal dari Dusun Be' Betoh Barat, Kertagenah Tengah Kadur, Pamekasan yang merantau ke Pulau Jawa di era penjajahan Belanda.
Sementara dari jalur bapaknya berasal dari Dusun Nong Pote, Kadur, Pamekasan. Sedangkan bapak angkatnya alias pamannya berasal dari Bekiong, Guluk-guluk, Sumenep. Dia menikahi Uswatun Hasanah yang masih ada ikatan tali kekerabatan. Kerabatnya banyak tersebar di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.
Photo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
