alexametrics

Selusin Caleg dengan Perolehan Suara di Atas 200 Ribu

Penyumbang Terbanyak dari PDIP
17 Mei 2019, 15:00:56 WIB

JawaPos.com – Achmad Baidowi bisa tersenyum lega menyongsong kiprahnya di DPR lima tahun ke depan. Dengan modal 227.170 suara, Awik -sapaan Baidowi- memastikan satu kursi untuk PPP dari dapil Jatim XI. Awik merupakan satu di antara 12 caleg yang pada pemilu kali ini memperoleh suara jumbo. Lebih dari 200 ribu.

”Peningkatannya dibandingkan 2014 hampir tiga kali lipat,” terangnya saat dimintai konfirmasi Jawa Pos kemarin (16/5).

Pada 2014, sebagai caleg baru, dia memperoleh sekitar 82 ribu suara. Capaian kali ini pun, menurut dia, diperoleh dalam kondisi sebagian suaranya hilang. Sebab, di Bangkalan dan Sampang, saksi PPP cukup lemah.

Menurut Awik, perolehan suaranya kali ini tidak terlepas dari kepercayaan para pemilih kepada dirinya. Baik pemilih tradisional PPP maupun pemilih baru di dapilnya. Awik mengatakan, selama ini dirinya terus merawat para pemilih tradisional sembari menggandeng para pemilih baru. Termasuk mereka yang pada pemilu sebelumnya tidak termasuk pemilih PPP.

Caleg PPP Achmad Baidowi memperoleh suara di atas 200 ribu pada Pemilu 2019. (HENDRA EKA/JAWA POS)

Selain Awik, ada sebelas caleg lain yang mendapat suara di atas 200 ribu. Termasuk Puan Maharani yang menjadi caleg peraih suara terbanyak. Catatan tersebut diperoleh Jawa Pos dari data formulir DC1 di 27 provinsi.

Masih ada tiga provinsi yang berpeluang melahirkan caleg bersuara jumbo. Yakni, DKI Jakarta, Sumut, dan Sulsel. Namun, berdasar catatan Pemilu 2014, tidak ada satu pun caleg dari tiga provinsi tersebut yang suaranya mampu menembus 150 ribu.

PDIP memang mendominasi daftar caleg dengan perolehan suara jumbo. Enam di antara 12 caleg itu berasal dari partai yang pada pemilu kali ini bakal menempatkan kadernya di kursi ketua DPR. Penyumbang daftar caleg bersuara jumbo yang juga cukup banyak adalah Partai Gerindra, yakni tiga orang. Sisanya dibagi rata oleh Demokrat, Golkar, dan PPP, masing-masing satu caleg.

Tiga caleg di antara para pengumpul suara besar itu merupakan mantan kepala daerah. Cornelis M.H. merupakan mantan gubernur Kalbar. Sementara itu, Rano Karno berlatar belakang gubernur Banten dan Dedi Mulyadi merupakan eks bupati Purwakarta.

Mantan gubernur Banten Rano Karno menjadi salah satu caleg PDIP yang mendapatkan suara jumbo pada Pemilu 2019. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Khusus Partai Gerindra, salah satu caleg bersuara jumbo M. Nizar Zahro diprediksi tidak bisa melenggang ke Senayan meskipun suaranya 208.690. Sistem Sainte lague yang digunakan pada pemilu kali ini membuat dia tertahan. Jatah kursi Gerindra dari dapil Jatim XI hanya satu. Nizar kalah bersaing dengan R Imron Amin yang mendapat 242.437 suara.

Sementara itu, proses rekapitulasi suara berpotensi terhenti bila tidak kunjung ada provinsi yang masuk lagi. Hingga kemarin, ada tujuh KPU provinsi yang belum hadir di Jakarta. Sebagian besar belum menyelesaikan rekapitulasi. Meskipun demikian, KPU optimistis rekap bisa berlanjut. ”Insya Allah, paling lambat tanggal 18 (Mei) selesai semua,” terang Ketua KPU Arief Budiman.

Berdasar laporan Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), Provinsi Papua diprediksi selesai rekapitulasi tengah malam tadi. Sementara itu, provinsi lain seperti Sulawesi Selatan juga sudah menyelesaikan rekapitulasi. Diperkirakan, hari ini berkas dari Sulsel tiba di Jakarta sehingga rekapitulasi bisa berlanjut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (byu/c4/fat)



Close Ads