
Presiden PKS Sohibul Iman sedang memikirkan strategi khusus agar partainya tetap eksis di legislatif.
JawaPos.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengeluhkan ihwal pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang dilakukan serentak. Menurutnya, partainya tidak serta-merta mendapatkan insentif elektoral seandainya mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
"Kita memasarkan Prabowo dan Sandi juga tidak otomatis mengangkat PKS. Ini problem yang dihadapi semua partai yang tidak memiliki capres cawapres dari partainya sendiri," kata Sohibul dalam acara konsolidasi nasional DPR dan DPRD PKS di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (30/1).
Sohibul mengaku setuju dengan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu mengeluhkan masalah yang serupa. Ketua Umum Partai Demokrat itu tengah berjuang untuk memenangkan pileg pada kontestasi lima tahunan ini.
"Saya dengar cerita dari tim materi debat yang bertemu dengan pak SBY dan diminta pak SBY untuk lebih banyak turun ke bawah. Jawaban pak SBY adalah kami sedang setengah mati memikirkan memperjuangkan bagaimana Demokrat bisa tetap eksis," ujar dia.
Karena itu, Sohibul menilai hal ini masih menjadi masalah bersama partai yang tidak memiliki calon presiden dan wakil presiden di pilpres 2019. Ibarat sebuah bola, Gerindra telah melekat dalam bola Prabowo-Sandi. Sementara itu, PDIP dan PKB melekat pada paslon Jokowi-Ma'ruf.
"Sementara partai lain enggak keliatan dalam bola," tuturnya.
Atas dasar itu, pihaknya tengah menyusun strategi ihwal bagaimana nama PKS bisa menempel dalam bola elektoral Prabowo dan Sandi. Pasalnya, berdasarkan survei yang dimilikinya, sekitar 50 persen responden bakal disinyalir memilih parpol yang memiliki calon di pilpres.
Artinya, dengan kata lain, 50 persen suara partai sudah dipastikan akan diamankan oleh partai Gerindra, PDIP dan PKB. Sedangkan parpol yang lainya, kata dia, bakal berebut ceruk suara yang tersisa.
"Inilah yang dahulu kita perjuangkan yang disebut coattail effect. Jadi adanya capres dan cawapres ini sangat menguntungkan mereka," ungkapnya.
Kendati demikian, dia mengaku berkomitmen untuk tetap berjuang untuk memenangkan paslon yang diusungnya di pilpres. Menurut dia, kemenangan PKS bakal sempurna kalau Prabowo-Sandi di kontestasi lima tahunan tersebut.
"Kita tetap berhajat capres dan cawapres kita harus menang. Ustad ada yang mengatakan kepada saya, kita fokus kepada pileg saja. Saya bilang tidak bisa, karena kemenangan kita di pileg itu akan jauh sempurna kalau kita juga menang di eksekutif. Begitu juga sebaliknya," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
