
Erick Thohir saat didaulat menjadi Ketua Timses Jokowi-Maruf Amin
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi kesal kepada isu-isu hoaks. Kali ini dia geram karena dituduh merupakan bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Sehingga ingin 'menabok' oknum pembuat hoaks itu.
Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan capres yang didukungnya tidak melakukan serangan apapun. Pasalnya apa yang disampaikannya hanya kegelisahan terus-terusan diserang hoaks.
"Beliau tidak menyerang. Pak Jokowi hanya menyampaikan isi hati beliau," ujar Erick Thohir saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/11).
Menurut mantan bos Inter Milan ini, setiap orang memiliki batas kesabarannya. Sehingga wajar Jokowi menggungkapkan kegelisahannya ingin menabok pembuat hoks PKI dan komunis ini.
"Kalau dizalimin ya pasti menjawab dong. Ini ibarat semut diinjak saja gigit. Coba tikus dipojokan, ngelawan kan," katanya.
Erick menurut Erick peryataan Presiden Jokowi tidak berlebihan. Karena merujuk dari data yang dimiliki Jokowi masih ada 6 persen atau 9 juta penduduk Indonesia yang masih percaya mantan Gubernur DKI Jakarta ini bagian dari PKI.
Sehingga wajar Jokowi tidak ingin mendiamkan isu fitnah ini terus bergulir di tahun politik ini. Erick bahkan mengatakan apabila diserang oleh isu-isu tidak benar dirinya pun merasa risih.
"Masyarakat cukup percaya karena ada sembilan juta. Masa didiamkan, kasihan gitu," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menjawab kegelisannya selama ini dituduh oleh orang tidak bertanggung jawab, merupakan keturunan PKI. Isu ini selalu muncul jelang Pilpres.
Bahkan Jokowi mengaku sedih karena kadang ada kabar-kabar bohong yang menyudutkannya. Jokowi merujuk hal itu karena di media sosial yang isinya hoaks yang dimainkan oleh orang tidak bertanggung jawab.
Jokowi menambahkan tidak masuk awal dirinya keturunan partai yang dinyatakan terlarang di Indonesia. Menurutnya PKI dibubarkan pada 12 Maret tahun 1966. Padahal saat itu dirinya baru berumur 4 tahun.
"Lha kok bisa diisiukan Presiden Jokowi aktivis PKI, ini yang kadang-kadang, haduh mau saya tabok orangnya," katanya.
Menurut Jokowi dahulu dirinya selalu 'cuek' adanya fitnah mengenai bagian dari PKI. Namun saat ini tidak bisa didiamkan. Karena masih ada sekitar 6 persen rakyat Indonesia yang percaya dirinya keturunan PKI.
"Saya sudah empat tahun diginiin, dan enam persen itu 9 juta penduduk lebih," pungkasnya.
Sekadar informasi di pada Pilpres 2014 silam isu komunis dan PKI yang menyerang Presiden Jokowi kala itu digulirkan lewat media cetak yang bernama Obor Rakyat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
