
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku banyak ditolak oleh pihak bank saat ingin mengajukan pinjaman.
JawaPos.com - Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku, dirinya sempat mendapatkan kendala dalam mendapatkan kredit di perbankan Indonesia. Dana itu rencananya digunakan untuk pendanaan kampanye.
Namun Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, pendanaan kampanye dinilai sangat beresiko. Sehingga perbankan perlu mempertimbangkan dengan sangat hati-hati.
“Pendanaan kampanye tentunya sangat beresiko. Kalau kalah pastinya uang tidak kembali. Hampir smua bank saya kira tidak ada yang mau memberikan pinjaman kampanye,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (25/11).
Bhima menuturkan, pinjaman tersebut bisa saja didapatkan jika ada aset ataupun agunan yang dapat menjadi jaminan. Karena mungkin saja si capres atau caleg punya bisnis atau aset yang kemudian menjaminkan bisnis atau aset nya ke bank.
"Kreditnya untuk usaha produktif tapi sama si debitur dialihkan untuk dana kampanye. Itu juga kemungkinannya kecil,” tuturnya.
Sebelumnya beredar kabar, kubu Prabowo-Sandi yang tidak didukung oleh Investor ataupun pengusaha kelas kakap di Indonesia mengalami kesulitan dana kampanye untuk pilpre 2019 yang butuh dana triliunan rupiah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
