
Pasangan Jokowi-Ma
JawaPos.com - Eskalasi politik di Pilpres 2019 semakin menggeliat. Sejumlah kepala daerah makin terang-terangan mendukung salah satu calon presiden, yakni pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Parahnya lagi ada kepala daerah yang mendukung itu berasal dari partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sikap kepala daerah itu dituding karena mendapat intimidasi.
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, mengklaim pihaknya tidak pernah melakukan cara kotor di Pilpres. Apalagi sampai memberi tekanan kepada kepala daerah tersebut. Sebab, Pemilu Serentak 2019 yang disertai dengan Pilpres itu harus dijalani secara bersih dari kecurangan. Bentuk kecurangan itu seperti paksaan atau intimidasi.
"Jadi haram hukumnya melakukan intimidasi, paksa memaksa. Yang ditunggu adalah keiklasan dari pihak-pihak tersebut (kepala daerah)," ujar Antoni di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (20/9).
Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu meminta bukti dari pihak yang menuding kepala daerah yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin itu. "Saya kira itu tuduhan yang serius dan karena itu harus dibuktikan. Silahkan ajukan bukti satu orang saja dari kepala daerah yang mendapat tekanan dari pihak Pak Jokowi," tegasnya.
Lebih jauh Antoni menuturkan, pihaknya ingin menang dengan cara terhormat di Pilpres 2019 mendatang. Bukan memakai cara curang dengan memberikan intimidasi terhadap para kepala daerah tersebut. "Menang yang bersih, menang dengan bermartabat," katanya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Hendrajoni, Bupati Pesisir Selatan (Sumatera Barat) yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Sikap bupati yang juga purnawirawan Polri itu dianggap Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajat Wibowo bentuk rasa ketakutan. Dari laporan yang didapatkan Drajat bahwa ada ketakutan dari kepala daerah. Sehingga, untuk lepas dari rasa ketakutan tersebut sang bupati memilih untuk mendukung Jokowi dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang.
"Sebagian dari mereka, khususnya yang menjadi kepala daerah sudah melaporkan ketakutan mereka. Saya tidak usah merinci apa yang membuat mereka takut," ujar Drajad.
Ditegaskan Drajad, DPP PAN mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan keputusan Rakernas pada 9 Agustus tahun 2018 silam. Secara organisatoris, keputusan tersebut wajib dipatuhi oleh semua kader PAN.
Sebelum rakernas, selama beberapa bulan DPP PAN melakukan komunikasi dengan pimpinan-pimpinan di daerah. Banyak ketua DPW dan DPD PAN yang menemui Amien Rais dan Zulkifli Hasan menyampaikan aspirasi. Aspirasi tersebut mayoritas untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga.
Adapun sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat yang memberikan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf Amin yakni Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Wali Kota Solok Zul Efian, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
