
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat melaporkan kasus pemberitaan century ke Dewan Pers, Senin (17/8)
JawaPos.com - Partai Demokrat akhirnya melaporkan kepada dewan pers soal tudingan pemberitaan media asing Asia Sentinel yang berjudul Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy. Seluruh kader partai Demokrat di penjuru tanah air mengaku marah dengan pemberitaan tersebut.
Semula, media pemberitaan Asia Sentinel yang diketahui berasal dari Hongkong itu mendadak viral di media sosial. John Berthelsen, penulis laporan pemberitaan tersebut, secara gamblang mengungkap aliran dana skandal Century yang ramai pada 2009 lalu.
Padahal, menurut Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, kasus ini telah tutup buku sedari dulu. Kasus yang disebut ada praktik aliran dana 177 triliun itu telah membuat seluruh kader Demokrat marah.
"Gambaran ini bisa merasakan perasaan kami partai Demokrat yang punya anggota lebih dari 12 juta di seluruh Indonesia dan memang sudah sampai daerah dan di desa desa dalam tanda kutip marah terhadap media ini, di luar entah di mana dia tapi kemudian begitu saja masuk ke kita (Indonesia)," kata Hinca di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (17/9).
Di sisi lain, Hinca pun menyayangkan pemberitaan media lokal yang ikut meramaikan berita yang tidak bertanggung jawab tersebut. Khususnya mengenai pemberitaan yang tidak melalui verifikasi dan akurasi kepada pihak Demokrat.
"Soalnya ini kasus hukum sudah selesai, politik sudah selesai, tapi di goreng lagi, kalau bisa tidak usah lah ini," kata
Karena itu, dia telah meminta dewan pers Indonesia untuk berkoordinasi dengan dewan pers Hongkong. Dengan begitu, dirinya dapat membuka masalah ini secara lebih terang.
"Karena itu kami mengajak dan memohon dewan pers bisa membantu dan mengkontak dewan pers hongkong, kami akan menghubungi KJRI kita untuk tahu, Demokrat tidak setengah-setengah menyelesaikan ini karena ini penting untuk diselesaikan ke depan, ini akan menjadi pelajaran bagi siapa saja," pungkasnya.
Selain telah mendesak dewan pers, Demokrat juga telah melakukan investigasi secara internal untuk mengungkap dalang di balik pemberitaan di media asing Asia Sentinel. Sebab, media online tersebut diketahui telah menutup websitenya.
Selain itu, media tersebut juga tidak mencantumkan kontak dan alamat resmi kantor pada websitenya tersebut. Penelusuran sementaranya, mereka melacak IP Adress media Asia Sentinel berada di Hong Kong.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
