
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon ketika memberikan keterangan pers kepada awak media, Kamis (30/8).
JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyambut positif pelukan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) dalam pertandingan pencak silat Asian Games 2018 pada Kamis (30/8). Politikus Gerindra itu mengaku peristiwa tersebut tampak sangat natural.
"Saya kira itu satu peristiwa natural yang sangat bagus ya, saya melihat itu (pelukan), bagus bagi demokrasi kita," ucap Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/8).
Pelukan antara kedua tokoh nasional itu dinisiasi oleh atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusumah. Usai mendapatkan medali emas, Hanifan lantas menarik Jokowi-Prabowo untuk berpelukan bersama.
Fadli menuturkan, para kandidat paslon yang bertarung memang harus memberikan suasana tenang dan damai menjelang Pilpres 2019 mendatang. Sebaliknya, kedua pendukungnya pun harus pula menciptakan iklim politik yang damai.
"Seharusnya begitu (kedua kubu harus berdamai), jadi selama ini kan yang kita lihat dalam banyak sisi kita juga inginkan satu demokrasi yang damai, kalau kita berdebat enggak ada masalah. Tapi berdebat kita adalah berdebat dengan kepala dingin, dengan substansi," ungkapnya.
Kendati demikian, ia menyebutkan selama ini kritik yang dilontarkan kubu oposisi hanyalah bagian dari demokrasi. Baginya, dalam negara demokrasi, aksi kritik dinilainya sangat wajar.
Namun, kata Fadli, saat ini justru ada oknum tertentu untuk memanaskan situasi kedua kubu yang bertarung di pilpres. Khususnya dalam pengekangan demokrasi. Tindakan itulah yang justru membuat kegaduhan antara para pendukung.
"Kegaduhan ini kan karena ada orang atau sekelompok orang mau menyatakan pendapat dengan #2019GantiPresiden kemudian dihalang-halangi, padahal kalau itu dibiarkan saja tidak akan terjadi apa-apa. Yang penting justru dijaga karena itu hak berpendapat yang dijamin oleh konstitusi," ucapnya.
"Jadi kesalahannya adalah overacting untuk melihat sebuah peristiwa yang menurut saya biasa-biasa saja di dalam menyatakan kebebasan berpendapat atau berekspresi," tutupnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
