
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuding pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.
JawaPos.com - Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terlalu fokus membangun infrastruktur, tanpa memikirkan membangun manusia. Pernyataan AHY itu pun tegas ditepis oleh salah satu partai politik pendukung Jokowi, Partai Golkar.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Maman Abdurachman mengatakan, penekanan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur dinilainya bukan tanpa alasan. Sebab, kebijakan itu untuk membuka jalur distribusi logistik agar lebih efisien.
"Optimalisasi pembangun infrastruktur dalam rangka untuk membangun dan membuka saluran-saluran alur distribusi logistik dan transportasi yang tentunya akan berefek secara luas kepada banyak hal," kata Maman saat dihubungi JawaPos.com, Senin (11/6).
Kendati demikian, Maman pun menampik tudingan bahwa pemerintahan Jokowi hanya memperhatikan infrastruktur. Menurutnya, sudah banyak kebijakan strategis yang diambil mantan Gubernur DKI Jakarta itu, termasuk pembangunan manusia seperti yang dikritisi oleh AHY.
"Tidak benar juga kalau dibilang pemerintahan sekarang hanya mengurusi infrastruktur saja. Banyak hal juga kok yang diurusi dari energi, perindustrian, pertanian, kehutanan, pariwisata, kesehatan, dan lain-lain," ujar Maman.
Namun, kata Maman, bukan berarti pula semua kebijakan itu sudah berjalan semestinya. Dia tak menampik masih banyak yang harus dievaluasi dan disempurnakan.
"Pemerintahan sekarang ini kan baru berjalan 3 tahun lebih masa efektif dan meneruskan warisan pemerintahan yang sebelumnya dari yang baik, kurang baik, sampai yang jelek. Ya, harus dievaluasi semua," pungkasnya.
Sebelumnya, AHY menyebut saat ini Presiden Jokowi hanya fokus kepada pembangunan infrastruktur. Padahal ada yang lebih penting yakni pembangunan manusia.
"Saudara-saudara, sebenarnya pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia," ujar AHY membuka pidato politik bertema Dengarkan Suara Rakyat di JCC, Jakarta, Sabtu (9/6).
Putra sulung SBY itu lantas mempertanyakan program revolusi mental yang dahulu digagas Jokowi. Sebab menurutnya, gaungnya kini tak lagi terdengar.
"Ketika pemerintah saat itu berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan dan proyek infrastruktur lainnya, pantas kita patut bertanya, apa kabar revolusi mental?" tanya AHY.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
