
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) saat menggelar aksi di Ibu Kota.
JawaPos.com - Wacana Indonesia emas 2045 direspon positif oleh Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI). Gerakan nasional Jayakan Indonesia (Jayanesia) digagas sebagai jalan untuk mencapai tujuan itu.
Ketua Umum PP KAMMI Irfan Ahmad Fauzi menyatakan, Indonesia Emas 2045 merupakan cita cita 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Dimana harapannya Indonesia menjadi negara besar di tahun tersebut.
"Untuk menuju kesana diperlukan kerja keras dan mimpi kolektif anak muda Indonesia. Di sinilah KAMMI akan berperan aktif untuk mewujudkan cita-cita itu," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (24/5).
Menurut Irfan, KAMMI selaku organisasi mahasiswa tentu akan berusaha menjawab tantangan itu. Karena itu, organisasinya siap mencetak SDM unggul agar dapat berperan aktif di luar maupun di dalam kampus.
Irfan menyebut gerakan ini akan diawali dengan melakukan roadshow di berbagai kota di Indonesia. Tujuannya adalah mengajak mahasiswa dan pemuda bergabung di gerakan ini.
“Mereka yang bergabung akan diberikan fasilitas pengembangan dan peningkatan kapasitas diri sesuai dengan minat dan bakat. Bentuknya bisa soft skill maupun hard skill,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irfan juga berharap KAMMI dapat turut serta mempersiapkan SDM unggul melalui gerakan ini. "Setelah ditempa, mereka siap dilepas dan bertugas menjayakan Indonesia di tahun 2045," paparnya.
Apalagi, kata dia, menuju tahun 2045 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Dimana penduduk usia produktif akan lebih banyak dibandingkan penduduk usia tua. Ini merupakan tantangan tersendiri.
"Jika disikapi dengan tepat, Indonesia akan menjadi negara maju. Namun jika sebaliknya, Indonesia bisa menjadi negara gagal," imbuhnya.
Irfan juga menyoroti soal kualitas SDM bangsa ini yang masih tertinggal jika dibandingkan negara ASEAN lainnya. Terbukti Indonesia menempati peringkat 65 dari 130 negara terkait Global Human Capital versi World Economic Forum (WEF) tahun 2017. Posisi Indonesia masih kalah dengan Singapura (11), Malaysia (33), Thailand (40), dan Filipina (50).
“Begitu juga dengan Human Development Index (HDI) 2016 dari UNDP, Indonesia yang berada di peringkat 113 dari 188 negara. Ini masih dibawah peringkat negara Asean lainnya yang berada dibawah 100,” pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
