
Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kisah sat dirinya akan memilih JK dan Boediono sebagai wakilnya.
JawaPos.com - Bursa calon wakil presiden 2019 masih menjadi pembicaraan utama di jagat politik Indonesia. Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, semua partai politik tentu menginginkan kader terbaiknya bisa menjadi presiden atau wakil presiden.
Namun, menurut presiden ke-6 itu, keinginan saja tidak cukup karena harus dibarengi kalkulasi cermat. Pasalnya, harus ada hitung-hitungan matang tentang figur yang akan diusung di pemilu presiden (pilpres).
“Tentu harus dilihat elektabilitasnya,” tegas SBY dalam video yang diunggah ke akunnya di Facebook, Jumat (30/3).
Bahkan, kata SBY, dengan presidential threshold (PT) di Undang-Undang Pemilu yang dipatok pada angka 20 persen, tentu saja memaksa partai politik yang ada di Indonesia saat ini harus berkoalisi untuk bisa mengusung duet capres-cawapresnya di Pilpres 2019.
Karena itu upaya mengusung capres-cawapres tidak bisa hanya dengan memasang foto kandidat di billboard atau baliho di mana-mana.
“Tentu Demokrat tidak seperti itu. Kami hitung dengan saksama lah kalau ingin mengajukan siapa yang akan mungkin menjadi calon presiden atau calon wakil presiden,” tuturnya.
Presiden RI dua periode itu lantas menjelaskan pengalamannya ketika memutuskan memilih Jusuf Kalla (JK) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2004 dan Boediono pada Pilpres 2009. SBY kemudian mengatakan pilihannya menggandeng JK maupun Boediono merupakan langkah tepat.
“Allah izinkan pasangan kami berhasil menjadi presiden dan wakil presiden. Berarti pilihan saya dulu tidak keliru,” ungkap SBY.
Mantan Menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu menambahkan, seorang capres dalam memilih calon cawapres harus melihat integritas, kapasitas, dan juga kecocokan. Selain itu, yang perlu dicermati adalah peluang untuk menang.
“Jangan keliru memilih pasangan yang salah kemudian tidak berhasil. Itu yang saya jadikan patokan dulu,” kata SBY.
Menurut SBY, keputusan menggandeng JK ataupun Boediono sebagai cawapres merupakan pilihannya sendiri.
“Tidak ada yang mendikte dan memaksa saya memilih Pak Jusuf Kalla dan Pak Boediono. Juga, bukan permintaan Pak Jusuf Kalla dan Pak Boediono sendiri,” ungkap SBY.
Jadi, kata SBY, dirinyalah yang sepenuhnya mengambil keputusan. Dengan demikian dia bertanggung jawab penuh atas pilihannya tersebut.
“Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Satu capres dengan satu capres lain berbeda bagaimana cara memilih pasangannya,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022