Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Maret 2018 | 01.37 WIB

Hubungan 'Dingin' SBY dengan Mega Maupun Prabowo Jadi Penghalang AHY?

AHY saat berpidato di Rapimnas Demokrat yang digelar di Sentul, Bogor. - Image

AHY saat berpidato di Rapimnas Demokrat yang digelar di Sentul, Bogor.

JawaPos.com - Putra sulung Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus digadang-gadang menjadi calon wakil presiden (cawapres) 2019 mendatang. Lalu seberapa besar kemungkinan sang putra mahkota Cikeas itu bisa berlaga di hajatan politik terbesar negeri ini?


Menanggapi soal peluang sang komandan muda Partai Demokrat itu, Pengamat Politik Silvanus Alvin mengatakan, ‎AHY sebetulnya sedang dalam posisi sulit, entah jadi cawapres dari Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto. 


Kata Alvin, apabila AHY menjadi pasangan dari Jokowi, besar kemungkinan putra sulung dari Susilo Bambang Yudhoyono (AHY) ini tidak akan mendapat restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 


"Karena bagaimanapun, Jokowi bukanlah ketua umum partai, bahkan secara resmi AHY tidak memilik posisi struktural di partai bentukan bapaknya itu. Kecuali posisi Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma). Rasanya sulit bagi AHY mengantongi restu tersebut. Sedangkan, restu Mega ini sangat krusial,“ ujar Alvin saat dihubungi JawaPos.com, Senin (12/3).


Dosen Komunikasi Politik Universitas Bunda Mulia ini juga menambahkan, alasan lain Megawati tidak akan merestui AHY. Sangat mungkin dipicu karena adanya hubungan dingin antara SBY dengan Megawati yang belum benar-benar cair hingga saat ini.


Alvin melanjutkan, SBY memang lihai dalam berpolitik. Pada rapimnas kemarin, Presiden Indonesia dua periode itu tidak menyebut satu pun nama kader yang dipersiapkan untuk jadi capres atau cawapres. Ia hanya menyebut putra-putri terbaik Partai Demokrat. 


Hal ini, lanjutnya, membuka peluang pula bagi AHY untuk mendekat ke Prabowo Subianto, seandainya tidak ada restu dari Megawati untuk berpasangan dengan Jokowi. 


Nah, bila langkah ini yang diambil, tampaknya AHY juga kan menempuh jalan terjal. Hubungan SBY dan Prabowo juga menurut Alvin sebetulnya kurang akrab. Meski sudah ada 'diplomasi nasi goreng' di Cikeas saat itu. Tapi buktinya di Pilkada Gerindra seperti saling berhadap-hadapan muka dengan Demokrat.


Sehingga, lanjut Alvin, sulit bagi Prabowo untuk menerima tokoh muda yang belum banyak pengalaman politiknya. 


"Apalagi, kekalahan sebagai cagub DKI Jakarta masih membekas. Akan ada kesan, di level Jakarta saja kalah, gimana level nasional," katanya.


Alvin melanjutkan, apabila SBY memaksakan anaknya menjadi calon presiden, maka kemungkinan akan kalah. Sebab elektabilitas AHY masih jauh ketimbang Jokowi dan Prabowo Subianto.


"Jadi kemungkinan sulit menang karena elektabilitasnya masih rendah. Soal tiket pun tentu sangat sulit jika AHY dipaksakan maju,” pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore