Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2018 | 07.11 WIB

Terungkap, Ini Tujuan Zulhas Minta Kader PAN Rajin Salat di Masjid

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. - Image

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.


JawaPos.com - Pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) agar kadernya rajin sholat berjamaah di masjid, merupakan langkah nyata agar kader partai berlambang matahari putih itu semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.


Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno terkait pernyataan Ketua Umumnya dalam sebuah acara internal partainya di Jawa Timur beberapa waktu lalu.


Menurut Eddy, pernyataan Zulkifli Hasan sebatas motivasi kepada kader dan anggota PAN agar terus melakukan konsolidasi serta memenangkan PAN di daerahnya masing-masing.


“Maksud dari pernyataan tersebut hanyalah sentilan untuk kader agar lebih meningkatkan kualitas ibadahnya dengan lebih rajin salat berjamaah ke masjid,” kata Eddy Soeparno dalam jumpa pers di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (6/2).


Eddy juga menambahkan dalam konteks ajaran Islam, PAN juga sangat mendukung gerakan shalat subuh berjamaah.


“Semua muslim tentu paham, bahwa dalam Islam salat subuh berjamaah itu nilainya sangat tinggi. Karena itu PAN mendukung gerakan salat subuh yang kini banyak diserukan ulama," ujarnya.


Selain itu, lanjut Eddy, PAN juga sudah lama menganjurkan kadernya untuk banyak silaturahim karena sesuai ajaran Islam, silaturahim akan memperpanjang umur dan mendatangkan rezeki. 


“Jadi dengan salat subuh berjamaah di masjid maka silaturahim kader PAN dengan masyarakat bisa terjalin lebih erat," tutup Eddy.


Diketahui, sebelumnya dalam acara internal Apel Ranting di Malang Jawa Timur di Gedung Kartini Kota Malang, Senin (5/2), Zulkifli meminta kadernya, khususnya yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, untuk rajin shalat berjamaah di masjid agar suara PAN tak diambil oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Tak berapa lama kemudian, Pernyataan Zulkifli Hasan langsung menuai sorotan dari netizen dan sejumlah kalangan karena dianggap mencampuradukkan ritual keagaman (ibadah) dengan politik.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore