Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2018 | 07.45 WIB

Deklarasi Jadi Cawapres Jokowi, Cak Imin: Tunggu Bulan Mei

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar - Image

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

JawaPos.com - Dalam riset yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar disebut paling berpeluang menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi) ataupun Prabowo Subianto.


Saat dikonfirmasi, pria yang akrab disapa Cak Imin mengaku kaget karena namanya muncul menjadi pendamping dua tokoh tersebut. 


"Tentu saya sangat terkejut, tetapi saya berikan apresiasi meskipun belum ada komentar banyak," ujar Cak Imin di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Senin (29/1).


Namun, Anggota Komisi I DPR juga belum bisa menentukan sikapnya siap atau tidak menjadi cawapres. Dia meminta awak media bersabar di bulai Mei 2018 nanti dirinya akan menentukan sikapnya.


"Baru akan bersikap kira-kira pada bulan Mei mendatang," katanya.


Lebih lanjut Cak Imin mengaku, tidak menutup kemungkinan PKB akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Pasalnya mayoritas kader menginginkan PKB dengan Jokowi bisa membangun kerja sama kembali.


"Ya pada dasarnya semua ingin tetap Pak Jokowi, tapi nanti disimpulkan dalam rapat kerja nasional dan rapat kerja pimpinan PKB, bulan Mei nanti” pungkasnya.


Sebelumnya, Peneliti LSI, Taufik Febri merilis hasil survei terbarunya terkait calon cawapres dari tokoh muda dan Islam.


Hasilnya, sosok yang cocok mendampingi Jokowi atau Prabowo Subianto di Pilpres 2019 adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Cak Imin sapaan akrabnya dipilih responden sebesar 14.9 persen.


Sementara, di posisi selanjutnya ada nama Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan sebesar 3.8 persen, Gubernur NTB Zainul Majdi 2.2 persen. Kemudian Sohibul Iman 1.9 persen dan posisi paling buncit ditempati oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy 1.1 persen, ‎untuk yang tidak memilih sebanyak 76.1 persen.


Survei ini dilakukan dari tanggal 20 sampai 31 Desember 2017. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan jumlah responden 1200. 


Survei ini juga dilakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Sementara margin of error dari survei cawapres ini lebih kurang sebesar 2.8 persen.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore