
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Pelaporan dugaan persekusi Ustad Abdul Somad tak kunjung diproses oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Hal tersebut membuat sejumlah pihak geram. Pasalnya lembaga pelindung hak asasi warga negara itu terkesan melakukan pembiaran terhadap perkara tersebut.
Kapitra Ampera selaku pelaporan kasus dugaan persekusi ini menyatakan akan menempuh opsi lain agar proses peradilan di Komnas HAM berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu caranya melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Nanti kita ramaikan. Kami akan ke komisi 3 (DPR)," ungkap Kapitra kepada JawaPos.com, Selasa (23/1).
Dalam tuntutannya, Kapitra berharap wakil rakyat mau mendorong supaya Komnas HAM tidak tebang pilih dalam memproses sebuah laporan perkara. Kapitra meminta agar Ustad Somad juga mendapat perlindungan hak asasi dalam menjalani kehidupan.
"Minta komisi tiga unit menindak lanjuti laporan UAS (Ustad Abdul Somad) ke Komnas HAM," lanjut Kapitra.
Kapitra menerangkan, akan menyambangi komisi tiga DPR RI selambat-lambatnya satu pekan mendatang. Di sisi lain Kapitra berharap Komnas HAM juga menunjukan itikad baik dalam menangani dugaan persekusi terhadap penceramah alumnus Kairo, Mesir.
"Kita tunggu minggu ini kalau nggak ada respon baru kita ke komisi tiga," tegas Kapitra.
Sebelumnya, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik memberikan respon mengejutkan saat ditanya awak media terkait proses hukum dugaan persekusi terhadap Abdul Somad. Ahmad menyebut bahwa sampai saat ini belum melihat draft laporan tersebut.
"Ustad Abdul Somad ada pengaduan kemari? Saya belum dengar itu. Saya belum lihat laporannya," pungkas Ahmad Taufan Damanik sembari bertanya kepada stafnya yang ikut berada bersamanya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/1).
Diketahui, pada Senin (18/12) Kapitra Ampera bersama Koalisi Masyarakat Islam dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menyambangi Komnas HAM guna melaporkan 10 orang anggota Ormas Bali yang diduga malakukan persekusi terhadap Ustad asal Riau saat hendak menjadi penceramaah acara tabligh akbar di Bali (9/12).

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
