
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Insiden kurang menyenangkan yang menimpa Ustad Abdul Somad (UAS) saat menjalani pengajian di Hongkong menarik perhatian banyak masyarakat.
Setelah insiden itu, beredar isu mengenai kepedulian partai politik (parpol) pendukung pemerintah presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terkesan bungkam mengenai persoalan yang menimpa alumnus Al-Azhar Mesir itu.
Menanggapi kondisi itu, Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem), Syarif Abdullah mengatakan, tuduhan yang dialamatkan kepada parpol pendukung pemerintah merupakan bentuk politisasi oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Itu hanya fitnah saja, Republik Indonesia ini republik bertuhan, masa pemerintah tidak sensitif terhadap persoalan-persoalan hak peribadatan orang," kata Syarif saat dihubungi JawaPos.com, Senin (25/12).
Lebih lanjut, kata Syarif, saat ini ada pihak yang menggunakan isu Somad untuk menggiring ke arah fitnah. Sebab, dirinya mendukung penuh pemerintah untuk mengusut kasus yang menimpa pendakwah kondang Indonesia itu.
"Makanya seyogyanya kami mendesak pemerintah Hongkong untuk memberikan klarifikasi dan juga pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi agar isu ini tidak dikembangkan ke persoalan ini," tegasnya.
Menurut pandangan Syarif, persoalan Abdul Somad ini bukan hanya menyangkut perseorangan. Namun, telah menyangkut kewibawaan bangsa di mata internasional.
Sebelumnya, Ustad Abdul Somad telah mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan saat hendak menghadiri pengajian para imigran Indonesia di Hongkong.
Peristiwa itu berawal ketika Abdul Somad dan rombongan mendarat di Hongkong sekitar pukul 16.00 waktu setempat (atau pukul 15:00 WIB). Selepas keluar pintu pesawat sudah ada beberapa orang petugas menghadang penceramah asal Riau tersebut.
Kemudian petugas bandara melakukan pemeriksaan terhadap rombongan Ustad Abdul Somad, setelah kurang lebih 30 menit diperiksa kemudian pihak imigrasi Hongkong menyampaikan tidak bisa menerima Ustad Abdul Somad.
"Tanpa alasan. Kemudian langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta," kata Abdul Somad.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
