
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemerintah diminta serius mencermati banjirnya tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Desa Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasalnya, jumlah TKA asal negeri tirai bambu yang bekerja di proyek smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) itu tiga kali lipat jumlahnya dengan tenaga lokal.
"Serbuan TKA khususnya dari Tiongkok ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," tegas Anggota Komisi III DPR Adies Kadir kepada JawaPos.com, Senin (2/1).
Apalagi, diketahui penggajian yang diberikan sangat timpang jumlahnya. Dari informasi yang didapatkan JawaPos, TKA Tiongkok bisa dibayar hingga Rp 400 ribu per hari sedangkan pekerja lokal dibayar Rp 90 ribu.
"Karena apa? akan menambah kecemburuan sosial antara pekerja pribumi dan TKA khususnya dari China," sebut politikus Partai Golkar itu.
Persoalan TKA asal Tiongkok, menurutnya, harus dibicarakan lintas kementrian sebagai eksekutif pelaku kebijakan dan juga DPR RI sebagai pemegang mandat rakyat untuk mengawasi jalannnya roda pemerintahan.
Serbuan TKA, lanjut Adies, tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementrian Hukum dan Ham dalam hal ini Imigrasi sebagai garda terdepan mengawasi arus masuk dan keluarnya tenaga kerja asing tersebut. Namun juga menjadi tanggung jawab kemenakertrans, kemenkeu, kemendagri, kemenlu, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, DPR serta tokoh masyarakat.
Adies mengaku miris karena selama ini kesalahan seakan tertumpu kepada imigrasi seakan-akan banyak kebocoran TKA melalui pintu masuk ilegal. Padahal, semua pintu masuk resmi di Indonesia, baik melalui laut, darat dan udara pasti selalu tercatat dengan baik oleh pihak imigrasi.
"Dan kecil kemungkinan ada TKA yang masuk secara ilegal, karena mereka ke negara kita pasti melalui agen resmi," sebut dia.
Adies sangat yakin data yang ada di imigrasi adalah data yang paling valid di banding data yang dimiliki oleh kementrian tenaga kerja. Sebab, bisa saja perusahaan melaporkan datanya secara tidak jujur.
"Masalahnya kan ada yang overstay kemudian tidak memperpanjang ijin tinggal dan berpindah-pindah tempat, apalagi kalau agennya yang membawa pasport dan dokumen lainnya kehilangan alamat TKA tersebut," pungkas pria kelahiran Balikpapan itu. (dna/JPG)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
