
Densus 88 Polri saat melakukan pengamanan dan penggerebakan teroris.
JawaPos.com - Maraknya aksi terorisme menjadi perhatian banyak pihak. Kali ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei persepsi publik terhadap aksi kelompok radikal. Hasilnya, masyarakat percaya Polri merupakan instrumen pemerintah yang mampu menanggulangi terorisme.
Peneliti LSI Ardian Sopa menyatakan, mayoritas publik mendukung adanya undang-undang (UU) yang bisa lebih memudahkan aparat menanggulangi terorisme. Hal itu supaya pencegahan terorisme bisa dilakukan lebih efektif.
"Yang menyatakan setuju UU antiterorisme bisa menanggulangi terorisme mencapai angka mayoritas, 79.3 persen. Yang menyatakan tidak setuju hanya 3.6 persen, dan sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak jawab," ujar Ardian di Jakarta, Selasa (31/7).
Ardian menuturkan, dari hasil risetnya tersebut diketahui juga mayoritas masyarakat setuju dengan prinsip dasar UU antiterorisme. Karena perngertian terorisme adalah perilaku kejahatan bermotif politik, ideologi atau kepentingan internasional.
"Yang menyatakan setuju dengan prinsip definisi terorisme harus punya motif politik sebanyak 63 persen. Yang setuju dengan prinsip aparat hukum boleh menyadap terduga pelaku terorisme jika mempunyai dua alat bukti yang cukup dan kemudian dimintakan persetujuan pengadilan sebanyak 72.5 persen," jelasnya.
Lebih jauh Ardian mengatakan, dari hasil survei LSI lebih dari 50 persen masyarakat setuju jika anggaran pemberantasan terorisme ditambah, sebagai langkah dukungan membasmi kelompok radikal.
"Sebanyak 51.3 persen publik setuju kenaikan anggaran bagi aparat hukum dengan tujuan pemberantasan terorisme, yang menyatakan tidak setuju di angka 24.2 persen, dan sisanya 24.5 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab," lanjutnya.
LSI pun mengungkapkan, ada tiga lembaga pemerintah yang dipercayai publik dalam skala lebih luas yaitu, TNI di angka 90.4 persen, KPK di angka 89.0 persen, dan Polisi 87.8 persen.
"Dengan legitimasi sekuat itu, polri dipercaya publik mampu menumpas terorisme hingga ke akarnya, akar sosial, ekonomi dan ideologisnya," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
