
Suasana acara Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68 saat mahasiswa mengeluarkan kartu kuning untuk Presiden Joko Widodo.
JawaPos.com - Aksi pemberian 'kartu kuning' kepada Presiden Joko Widodo cukup menyita perhatian publik.
Tak sedikit yang menilai tindakan M Zaadit Taqwa, salah seorang Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) itu sebagai bagian dari kritikan kepada pemimpinnya.
Disisi lain mereka yang kontra menyebut insiden yang terjadi di Balairung, UI tersebut merupakan aksi 'setting-an'.
Menanggapi hal ini, Ketua Projo Depok, Andi Sopiandi mengatakan apa yang terjadi ketika Jokowi hadir di acara Dis Natalies UI kemarin, harus dilihat dari dua sisi.
"Dari perspektif mahasiswa, itu hanya kritikan biasa. Sama seperti demonstrasi. Justru yang harus kita contoh adalah bagaimana sikap Pak Jokowi. Beliau tak reaktif, bijak, dan menganggap hal yang wajar," ujar dia kepada JawaPso.com, Sabtu (3/2).
"Tak usah dibesar-besarkan. Toh, baik mahasiswanya maupun Pak Jokowi biasa-biasa saja," lanjut Andi.
Dia melihat sikap yang ditujukan sang presiden, merupakan bentuk dari keterbukaannya terhadap masukan maupun kritikan.
"Gaya kepemimpinan beliau kan 'ngemong' (merangkul). Gak alergi (kritikan)," jelas dia.
Menurut Andi, isu soal gizi buruk di Asmat, Papua, yang menjadi salah satu kritikan sejumlah aktivis Mahasiswa UI, harus telaah secara komprehensif.
Tidak menilai secara parsial, seolah-olah Pemerintah Jokowi abai dalam memperhatikan masyarakat Papua.
"Kaji lebih dalam lagi, bagaimana pemerintah sekarang saya pikir getol dalam memberikan kucuran dana untuk pembangunan Papua," jelas dia.
Andi menambahkan sebagai aktivis kampus, para mahasiswa UI akan lebih baik ketika melontarkan kritikan berbasis data.
"Lebih konstruktif ya. Kan bisa juga dengan audiensi, lewat DPR, atau membuat kajian yang komprehensif sebagai bahan masukan. Saya kira itu lebih elegan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
