Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2018 | 19.12 WIB

Soal Insiden 'Kartu Kuning' di UI, Projo Puji Sikap Jokowi

Suasana acara Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68 saat mahasiswa mengeluarkan kartu kuning untuk Presiden Joko Widodo. - Image

Suasana acara Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68 saat mahasiswa mengeluarkan kartu kuning untuk Presiden Joko Widodo.

JawaPos.com - Aksi pemberian 'kartu kuning' kepada Presiden Joko Widodo cukup menyita perhatian publik.


Tak sedikit yang menilai tindakan M Zaadit Taqwa, salah seorang Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) itu sebagai bagian dari kritikan kepada pemimpinnya.


Disisi lain mereka yang kontra menyebut insiden yang terjadi di Balairung, UI tersebut merupakan aksi 'setting-an'.


Menanggapi hal ini, Ketua Projo Depok, Andi Sopiandi mengatakan apa yang terjadi ketika Jokowi hadir di acara Dis Natalies UI kemarin, harus dilihat dari dua sisi.


"Dari perspektif mahasiswa, itu hanya kritikan biasa. Sama seperti demonstrasi. Justru yang harus kita contoh adalah bagaimana sikap Pak Jokowi. Beliau tak reaktif, bijak, dan menganggap hal yang wajar," ujar dia kepada JawaPso.com, Sabtu (3/2).


"Tak usah dibesar-besarkan. Toh, baik mahasiswanya maupun Pak Jokowi biasa-biasa saja," lanjut Andi.


Dia melihat sikap yang ditujukan sang presiden, merupakan bentuk dari keterbukaannya terhadap masukan maupun kritikan.


"Gaya kepemimpinan beliau kan 'ngemong' (merangkul). Gak alergi (kritikan)," jelas dia.


Menurut Andi, isu soal gizi buruk di Asmat, Papua, yang menjadi salah satu kritikan sejumlah aktivis Mahasiswa UI, harus telaah secara komprehensif.


Tidak menilai secara parsial, seolah-olah Pemerintah Jokowi abai dalam memperhatikan masyarakat Papua.


"Kaji lebih dalam lagi, bagaimana pemerintah sekarang saya pikir getol dalam memberikan kucuran dana untuk pembangunan Papua," jelas dia.


Andi menambahkan sebagai aktivis kampus, para mahasiswa UI akan lebih baik ketika melontarkan kritikan berbasis data.


"Lebih konstruktif ya. Kan bisa juga dengan audiensi, lewat DPR, atau membuat kajian yang komprehensif sebagai bahan masukan. Saya kira itu lebih elegan," pungkasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore