
Tokoh Nasional Anies Baswedan didapuk sebagai anggota pertama sekaligus Anggota Kehormatan ormas Gerakan Rakyat, Rabu (17/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Masalah ketimpangan di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam Anies Baswedan. Menurutnya, persatuan bangsa mustahil bisa terjaga dengan kokoh jika jurang ekonomi antarwilayah masih lebar.
Hal tersebut disampaikan Anies saat menghadiri "Kelas Kader Gerakan Rakyat" di GOR Bonlap, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/1). Di depan ratusan kader, Anies menekankan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi soal kedaulatan wilayah, melainkan mewujudkan Satu Kesejahteraan.
Anies memaparkan, Indonesia memang sudah berhasil menjadi satu bangsa dan satu negara. Namun, tugas besar yang belum tuntas adalah memastikan kemakmuran dirasakan merata dari pusat hingga pelosok.
Ia pun mengkritik model pembangunan yang terlalu tersentralisasi. Sebagai solusi, Anies menawarkan visi pembangunan yang fokus pada pengembangan 40 kota di seluruh Indonesia agar ekonomi tidak hanya berputar di satu titik.
"Keadilan dan kesataraan adalah syarat persatuan. Sulit sekali kita mempertahankan persatuan ketika ketimpangan masih luar biasa dahsyat. Kita ingin Indonesia memberikan kesempatan setara untuk semua," ujar Anies, Sabtu (17/1).
Senada dengan visi Anies, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mengingatkan para kader untuk memiliki integritas dan jiwa kesatria. Ia menegaskan bahwa organisasi ini harus dikelola secara profesional dan transparan.
Sahrin secara khusus menyoroti sistem rekrutmen pengurus di tingkat daerah. Ia melarang keras praktik "orang dalam" atau nepotisme dalam menunjuk pimpinan di wilayah.
"Apa itu meritokrasi? Sesuatu harus sesuai dengan tempatnya. Tidak boleh seseorang mendapatkan posisi hanya karena asal dekat dengan ketua, tapi tidak punya kompetensi. Itu tidak meritokrasi," jelas Sahrin.
Untuk menjaga kepercayaan publik, Sahrin juga menjamin transparansi finansial di dalam organisasi yang dipimpinnya.
"Setiap tanggal 5 setiap bulan, DPP pasti mengeluarkan laporan keuangan. Kita tahu berapa duit yang masuk dan berapa yang keluar," lanjutnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
