
Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.
JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai model investasi strategis dalam pembangunan manusia. Hal itu disampaikan Gibran saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.
Pesan tersebut disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut mendampingi Wapres Gibran saat menghadiri KTT G20 di Afrika Selatan.
Menurutnya, Gibran menegaskan ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjamin masa depan generasi bangsa.
“Wakil Presiden menegaskan ketahanan pangan bukan hanya agenda ekonomi, tetapi juga kebutuhan mendasar dan investasi strategis,” kata Airlangga dalam keterangannya, Minggu (23/11).
Dalam pembahasan KTT G20, krisis pangan menjadi salah satu isu paling mendesak di tingkat global. Data terbaru G20 mencatat, sebanyak 720 juta penduduk dunia masih menghadapi kelaparan. Menurutnya, Gibran melihat bahwa program MBG dapat menjadi contoh efektif untuk membangun ketahanan pangan berbasis kemandirian daerah.
Ia menyebut program tersebut mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari penyediaan makanan bergizi bagi pelajar hingga menggerakkan ekonomi lokal.
“Program Makan Bergizi Gratis bisa menjadi contoh nyata mendorong kemanfaatan produk lokal, pemberdayaan petani, peternak, serta perluasan kegiatan ekonomi yang supply chain-nya bisa mencapai ke seluruh pelosok Indonesia,” ucap Airlangga.
Selain ketahanan pangan, Gibran juga menyinggung soal pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada pada jalur cincin api Pasifik (ring of fire), kata dia, harus menghadapi berbagai potensi bencana yang membutuhkan kesiapan sistemik.
KTT G20 tahun ini menjadi bersejarah, karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di benua Afrika di bawah presidensi Afrika Selatan. Sebanyak 37 kepala negara dan pemerintahan hadir, bersama perwakilan organisasi internasional termasuk Sekretaris Jenderal PBB, IMF, Bank Dunia, dan sejumlah lembaga global lainnya.
Pembahasan G20 difokuskan pada tiga sesi utama. Sesi pertama menyoroti ekonomi berkelanjutan, perdagangan, keuangan global, dan permasalahan utang negara berkembang.
Sesi kedua membahas pembangunan dunia yang tangguh melalui isu kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan, dan sistem pangan. Adapun sesi ketiga berfokus pada isu pekerjaan layak, tata kelola kecerdasan buatan, dan pembahasan mineral kritis yang menjadi perhatian strategis Indonesia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
