Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 17.41 WIB

Wapres Gibran Boyong Mahasiswa Ikut Kunker, Pengamat Nilai Jadi Contoh Baik Dapat Informasi Utuh

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur, pada Kamis (18/6).

 

JawaPos.com - Langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memboyong sejumlah mahasiswa ikut kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua dinilai menjadi contoh yang baik. Cara ini seperti ini bisa memaksimalkan penyerapan aspirasi publik. 
 
Pengamat politik dari Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Erdi mengatakan, mahasiswa biasanya adalah pihak netral. Sehingga, bisa lebih objektif dalam memberikan kritik kepada masyarakat.
 
"Apa yang dilakukan Pak Wapres ini sangat tepat. Karena pihak yang sangat netral dalam berpendapat, berbicara, dan menilai kinerja adalah mahasiswa. Mereka inilah kelompok-kelompok terpelajar yang memang sudah seharusnya terlibat atau dilibatkan dalam pengambilan keputusan," kata Erdi saat dihubungi, Sabtu (20/6).
 
Adanya keterbukaan dari pejabat negara membuat mahasiswa lebih mudah memberikan aspirasi. Sebagai kelomlok intelektual, mahasiswa perlu dirangkul oleh pemerintah agar memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
 
 
"Ketika Mas Wapres mau menerima mahasiswa, ini merupakan sebuah langkah berani dan mungkin belum pernah terjadi di negara ini. Mahasiswa berada di tengah hiruk-pikuk demonstrasi, kemudian Mas Wapres mampu menerima orang-orang yang memiliki semangat tersebut untuk berbicara, diajak berdialog, dan diserap aspirasinya. Saya pikir ini preseden yang bagus dan bisa menjadi sesuatu yang baik ke depan," imbuhnya.
 
Terpisah, pakar kebijakan publik Universitas Parahyangan (Unpar) Bandunh, Kristian Widya Wicaksono mengatakan, pelibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja dapat membantu mengurangi kesenjangan informasi yang selama ini berkembang di masyarakat.
 
"Untuk mengatasi kesenjangan informasi, metode seperti ini bisa menjadi solusi agar mahasiswa juga mendapat informasi dari sisi upaya pemerintah dalam kebijakan pengelolaan lahan di Papua," kata Kristian.
 
Dengan mahasiswa melihat langsung realita di lapangan, maka informasi yang diserap akan lebih lengkap. Dampaknya, penilaian yang diberikan lebih objektif.
 
"Saya rasa ini adalah upaya pemerintah untuk membuat mahasiswa bisa membandingkan antara informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan informasi versi pemerintah. Artinya, pemerintah mengupayakan ada proses keterbukaan dalam hal ini," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore