
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim bersama Bupati Jember Muhammad Fawait. (Istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim, mengusulkan penggunaan jalur kereta api sebagai alternatif distribusi truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM). Sehingga, distribusi bisa semakin cepat dan efisien.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kebutuhan pasokan BBM di Jember yang mencapai 900 ribu hingga 1 juta liter per hari. Jumlah tersebut cukup tinggi, bila tidak diatur dengan baik maka bisa menimbulkan masalah distribusi.
"Saya menginisiasi suplai BBM untuk Jember tidak hanya dari truk tangki saja, agar bisa disuplai melalui KAI," ujar Rivqy dalam kunjungannya ke Depo Pertamina Gebang bersama Bupati Jember Muhammad Fawait, Rabu (6/8).
Pertemuan itu juga dihadiri oleh Pj General Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus dan perwakilan dari KAI Daop 9 Jember untuk membahas potensi realisasi gagasan tersebut.
Usulan ini, kata Rivqy, bisa mencegah masalah distribusi BBM di Jember terulang. Dengan kereta, maka pasokan BBM bisa lebih banyak.
"Belajar dari kejadian kemarin, masyarakat Jember mengalami kelangkaan BBM, jangan sampai ini terjadi lagi. Ada beberapa alternatif suplai menggunakan KAI, menggunakan depo BBM Gebang, ada juga di Rambipuji lahan," lanjutnya.
Ia juga menyoroti minimnya persebaran depo BBM di wilayah selatan Pulau Jawa. Dengan keberadaan depo aktif di Jember, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh daerah sekitar.
Saat ini, depo Pertamina di Gebang telah lama tidak beroperasi, salah satunya karena regulasi yang mengharuskan adanya buffer zone minimal 50 meter dari permukiman warga.
"Jangan sampai, warga menjadi korban lagi. Ini akan menjadi kajian teknis, apa bisa ini. Rambipuji sebagai alternatif juga," jelasnya.
Meski menyadari revitalisasi jaringan distribusi berbasis KAI bukan perkara mudah, ia menilai langkah ini penting demi kepentingan masyarakat luas. Hal itu mengingat tingginya konsumsi BBM di wilayah tersebut.
"Per hari ini, kebutuhan BBM untuk masyarakat Jember kurang lebih 900 ribu sampai 1 juta liter. Itu membutuhkan 100 tangki BBM, untuk mondar-mandir," ucap Rivqy.
"Ini bahaya sekali, misalnya jalan terputus dan sebagainya. Apalagi kalau sampai LPG terlambat," tambahnya.
Sementara, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik usulan tersebut. Kebijakan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Jangka pendek stok kita lebihkan, jangka panjangnya bagaimana depo di Jember bisa diaktifkan. Karena Jember memiliki penduduk besar, melebihi kabupaten sekitar," tandasnya.
Sebelumnya, wilayah Kabupaten Jember dan Lumajang sempat mengalami kelangkaan BBM. Di sejumlah SPBU tidak ada stok untuk dijual kepada masyarakat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
