
Ilustrasi tabrakan
JawaPos.com - Insiden penyalahgunaan kendaraan dinas oleh anak pejabat Polri yang berujung pada kasus tabrak lari di Medan, Sumatera Utara, menyita perhatian publik. Anggota Komisi III DPR RI, Martin D. Tumbelaka, menilai kejadian ini harus menjadi alarm serius bagi kepolisian dalam menjaga kedisiplinan dan integritas internal.
"Mobil dinas milik kepolisian adalah sarana yang seharusnya digunakan untuk menjalankan tugas negara, menjaga ketertiban dan keamanan publik,” kata Martin kepada wartawan, Senin (14/7).
Martin menegaskan, ketika kendaraan dinas disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang, apalagi hingga melanggar hukum, yang dipertaruhkan bukan sekadar nama pribadi atau keluarga, tetapi juga reputasi institusi secara keseluruhan.
Insiden ini bermula dari viralnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan mobil patroli Propam Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) diduga terlibat tabrak lari di Medan pada Minggu (6/7) malam.
Dalam video tersebut, terlihat aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku yang belakangan diketahui bukan anggota kepolisian, melainkan remaja berusia 16 tahun berinisial AP. Diduga, AP merupakan anak dari Plt Kasi Propam Polres Tapsel, Iptu A.
Martin menegaskan, penyelesaian damai tak cukup menghapus pelanggaran disiplin yang terjadi. Ia mendesak agar Polri tetap menjatuhkan sanksi internal yang tegas kepada pejabat yang lalai mengawasi aset dinas.
“Ini penting agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran kepolisian. Kelalaian dalam menjaga mobil dinas tidak bisa diabaikan,” tegasnya.
Ia juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh atas prosedur penggunaan kendaraan dinas, termasuk penguatan protokol pengawasan dan pencatatan pengguna kendaraan agar kasus serupa tidak terulang.
"Harus ada sistem yang memastikan kendaraan dinas tidak sembarangan dipakai oleh pihak eksternal, termasuk keluarga pejabat," ujarnya.
Sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR RI akan terus mengawasi dan mendorong agar setiap penyimpangan ditangani secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.
"Bukan hanya demi menegakkan hukum, tetapi untuk memastikan bahwa keadilan, kedisiplinan, dan integritas benar-benar menjadi nilai dasar dalam tubuh kepolisian kita," pungkasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
