Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juni 2025 | 23.24 WIB

Menko Muhaimin Iskandar sebut Pesantren Berhasil Bantu Pemerintah Atasi Kemiskinan di tengah Keterbatasan

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Istimewa) - Image

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Istimewa)

JawaPos.com - Menko Pemberdyaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai, pondok pesantren memiliki peran penting terhadap kemajuan bangsa. Bahkan, pesantren dianggap membantu mengatasi permasalahan kemiskinan di Indonesia.

"Pemerintah menurut saya wajib berterima kasih kepada pesantren dengan seluruh keterbatasan yang dimiliki, dengan seluruh resources yang ada, melalui pengajaran, sistem pendidikan, alhamdulillah bisa mengatasi berbagai tantangan termasuk kemiskinan," ujarnya saat melakukan Raoat Kordinasi dan Dialog pemberdayaan Membangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa: Kolaborasi Bersama Pemerintah, Akademisi, dan Pesantren Menuju Nol Kemiskinan di Kampus UIN Walisongo Semarang, Kamis (19/6).

Ketua Umum PKB ini mengatakan, pendidikan islam selama ini telah mendorong mobilitas vertikal masyarakat. Lulusan pesantren saat ini juga tidak hanya handal dalam ilmu keagamaan, melainkan bisa bertahan dengan ilmu umum.

"Lulusan pesantren sebetulnya punya dua hal, yakni mandiri atau punya daya tahan. Ini berbeda. Lulusan pesantren dianggap mandiri, sebetulnya belum tentu mandiri. Bisa saja punya daya tahan, karena didasari penggemblengannya kuat. Yang penting punya daya tahan dan mandiri, yakni memiliki kelebihan kompetitif, memiliki daya saing yang unggul di banding yang lain," imbuhnya.

Untuk itu, Cak Imin menilai perlu pola perencanaan dan strategi kurikulum di dalam mengatasi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas SDM.

"Saya juga menyaksikan UIN ini, sebuah lembaga pendidikan yang paling berjasa mentransformasi sumber daya manusia pesantren. Kalau tidak ada UIN lulusan pesantren tidak semaju hari ini," ucapnya.

Menurutnya, menghapus kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat adalah salah satu cita-cita besar bangsa Indonesia. Untuk melaksanakan cita cita tersebut desa harus dibebaskan dari kemiskinan. Menurut data BPS 2024, saat ini ada sekitar 5,5 juta jiwa masyarakat miskin tinggal di desa.

“Keberadaan 65.000 BUMDes dan 80.000 koperasi merah putih yang tersebar di desa-desa harus menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi dan akselerator kemandirian desa. Jika  BUMDes dan Koperasi Desa saling bersinergi, maka jutaan lapangan kerja berkualitas di desa akan  segera terwujud,” ungkapnya.

Dibutuhkan kolaborasi multi pihak dan Sinergi pemerintah, akademisi, dan pesantren untuk mengamplifikasi gaung pemberdayaan masyarakatsehingga dampaknya semakin nyata dan optimal.
 
 “Saya yakin, bahwa membangun desa artinya membangun fondasi bangsa. Desa bukan hanya tempat tinggal, namun tempat pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahtetaan rakyat. Kita perlu mendorong Pesantren menjadi rural empowerment hub atau Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa. Pesantren memiliki potensi luar biasa untuk menaikkan taraf hidup masyarakat dengan cara terlibat dalam berbagai program prioritas pemerintah. Saat ini lebih dari 41.200 pesantren terdaftar di Kemenag, 2024," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore