
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (18/5). (Estu Suryowati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Peristiwa kehilangan iPhone milik penumpang di kabin pesawat Garuda Indonesia yang diduga dicuri oleh awak kabin viral di media sosial. Insiden itu bukan hanya sekadar soal kehilangan barang, tapi mengindikasikan rusaknya budaya kerja di tubuh maskapai pelat merah tersebut.
Dalam unggahan penumpang atas nama Michael Tjendara, menyebut iPhone miliknya dicuri saat melakukan penerbangan Garuda GA716 rute Jakarta-Melbourne, pada Jumat (6/6). iPhone itu hilang di dalam pesawat saat diletakan di kantong kursi.
“Ini bukan cuma soal HP hilang. Kalau benar iPhone itu terlacak di hotel tempat kru menginap lalu dibuang, itu artinya budaya kerja di Garuda sudah sangat kronis. Sudah seperti kanker, bukan cuma keuangan yang terus rugi, tapi integritas SDM-nya juga bermasalah,” kata Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kepada wartawan, Rabu (11/6).
Legislator Fraksi PDIP itu menyayangkan insiden tersebut. Seharusnya, Garuda Indonesia yang merupakan maskapai pelat merah mampu memberikan pelayanan terbaik. Namun, insiden itu telah menunjukkan gagalnya menjaga kepercayaan penumpang.
"Penumpang bukan saja kehilangan barang namun juga kehilangan rasa aman dan kepercayaan di tempat yang seharusnya menjaga penumpangnya," ucap Mufti.
Mufti Anam juga mengkritik PT Garuda Indonesia yang terus-menerus menerima suntikan dana dari pemerintah, baik melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) maupun dari holding Danantara. Ia menyayangkan, suntikan dana itu justru tak kunjung menunjukkan perbaikan signifikan.
“Kita bicara soal kepercayaan publik. Bagaimana masyarakat bisa percaya Garuda bisa bangkit, kalau integritas SDM-nya saja dipertanyakan?" tegasnya.
Lebih lanjut, Mufti menekankan seharusnya PT Garuda Indonesia tidak hanya fokus pada restrukturisasi keuangan, tapi juga melakukan perombakan total terhadap budaya kerja dan manajemen internal.
“Garuda itu bukan cuma butuh tambal sulam keuangan, tapi bedah besar-besaran di sisi SDM dan integritas. Percuma dikasih triliunan kalau kejujuran di lapangan tidak ada,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
