
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato pada HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jumat (10/1). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah memastikan hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI, sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih terjalin baik.
Hal itu juga telah ditegaskan Megawati dalam pidato politik saat perayaan HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/1).
"Ibu Mega sudah menegaskan sendiri pada saat pidato di HUT 52 PDI Perjuangan, 10 Januari 2025 lalu bahwa hubungan beliau dengan Presiden Prabowo masih dan terus terjalin dengan baik," kata Said kepada wartawan, Jumat (16/1).
Said juga mengamini bahwa ada rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo. Namun, dia menegaskan bahwa rencana pertemuan kedua tokoh itu tidak ada hubungannya dengan kasus hukum yang menjerat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK.
"Perlu saya tegaskan bahwa hubungan baik kedua tokoh jangan disimpulkan bahwa hal itu sebagai sinyal untuk membarter status hukum yang saat ini disangkakan kepada Mas Hasto. Kita perlu jernih dan jangan membuat kesimpulan secara jumping," tegas Said.
Ketua DPD PDIP Jawa Timur itu tak memungkiri, Megawati memang memberi perhatian terhadap kasus hukum yang menjerat Hasto di KPK. Namun, penegasan itu disampaikan Megawati agar hukum tidak dipolitisasi.
"Letakkan hukum dalam koridor hukum. Jadi jangan dimaknai pernyataan beliau sebagai bentuk barter dengan apa yang sekarang dialami Mas Hasto. Hal itu tidak ada kaitannya, dan bukan karakter Ibu Mega memperdagangkan hukum," ucap Said.
Di sisi lain, Said juga menegaskan bahwa tidak masuknya PDIP ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran bukan diartikan sebagai partai oposisi. Menurut dia, Indonesia yang menganut sistem presidensial tidak mengenal istilah oposisi.
"Jadi posisi PDI Perjuangan akan tetap berada di luar pemerintahan, dan akan menjadi sahabat yang konstruktif bagi pemerintahan Presiden Prabowo. Saya kira pilihan posisi seperti ini akan cenderung lebih bisa menjadi sahabat yang tulus. Persahabatan tanpa konsesi," jelas Said.
Lebih lanjut, Said enggan mengungkap secara rinci ihwal kapan pertemuan Megawati dengan Prabowo terlaksana. Namun, Said meyakini pertemuan Megawati dengan Prabowo akan membuat situasi politik nasional menjadi lebih baik.
"Pertemuan kedua beliau tokoh baik bagi kehidupan politik nasional, setidaknya meredakan kegaduhan yang tidak proporsional, terutama dari kalangan pendegung (buzzer). Doakan pertemuan kedua beliau bisa terlaksana setidaknya sebelum PDI Perjuangan melaksanakan Kongres," imbuhnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
