Dari kiri Sekretaris SC Syaiful Huda Sekjen PKB Hasanudin Wahid Ketua SC Faizol Riza Ketua OC Cucun Syamsul Rizal Sekretaris OC Zainul munasicin saat Rapat Panitia Muktamar PKB 2024 di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (13/8/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos
JawaPos.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar VI PKB, Dewan Syuro DPP melakukan safari ke sejumlah kiai berpengaruh. Rombongan Dewan Syuro dipimpin Sekretaris Dewan Syura PKB Saifullah Maksum, Maman Imanulhaq, Syihabuddiin Ahmad, Baidhowi, Mahasin dan Ahid.
Rombongan bertandang ke kiai Zamzami Mahrus di Ponpes Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Kiai Zamzami dalam pertemuan ini menitipkan pesan agar konflik PBNU dan PKB segera selesai. Sebab, keduanya adalah entitas berbeda.
Konflik ini sudah membuat struktur NU menjadi resah. Langkah PBNU tersebut dianggap telah menyalahi khitah NU sebagai organisasi kemasyarakatan.
"Kalau begini kan PBNU sendiri yang melenceng dari khittah untuk tidak berpolitik praktis. Apa yang dilakukan hari ini jelas melanggar khitah NU," ujar Zamzam, Senin (19/8).
Usai bertandang di Kediri, rombongan PKB kemudian menyambangi Kiai Asep Saifuddin Chalim di Surabaya. Kunjungan silaturahmi ke beberapa kiai berpengaruh ini tak bisa lepas dari gonjang-ganjing hubungan antara PKB dengan pucuk pimpinan PBNU yang belakangan memanas.
Selesai bersilaturahmi dengan Kiai Asep, rombongan kemudian menyambangi Kiai Cholil Asad di Situbondo. Pada pertemuan yang digelar di Pesantren Wali Songo Situbondo itu Kiai Cholil berpesan, PKB sebaiknya tak perlu meladeni manuver politik yang kini tengah dilakukan pucuk pimpinan PBNU
Kiai Cholil As'ad justru meminta PKB fokus terhadap kerja-kerja politik yang dapat memberikan dampak terhadap kemaslahatan umat utamanya warga nahdliyin.
"Tidak merespon bukan juga berarti berdiam diri. Tapi justru PKB harus terus bergerak memperjuangkan kebenaran dalam ranahnya sebagai partai politik," kata Cholil.
Kiai Maman yang hadir dalam pertemuan tersebut pun mengamini pesan Kiai Asad, Anggota DPR RI Komisi VIII itu memastikan PKB solid dan tidak goyah dengan rongrongan pihak-pihak eksternal, apalagi menjelang Muktamar yang bakal digelar tanggal 24-25 Agustus mendatang di Bali.
PKB, kata Kiai Maman, kini justru menunjukkan prestasi dengan peningkatan elektoral serta kursi di parlemen baik pusat maupun daerah. Dewan Syuro DPP PKB kemudian menyambangi Ponpes Sabiilul Rosyad pimpinan kiai Marzuki Mustamar.
Di sana mereka disambut dengan agenda Halaqoh Kebangsaan bersama ulama dan tokoh masyarakat se-Jawa Timur. Kepada wartawan Kiai Marzuki mengungkapkan kekecewaannya atas konflik yang terjadi antara PKB dan PBNU.
Menurut mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu, PBNU tidak perlu cawe-cawe urusan politik praktis, PBNU harusnya bekerja pada jalur keumatan dan kemasyarakatan. Sementara PKB didirikan untuk menjadi jembatan politik warga nahdliyin.
Kunjungan terakhir rombongan Dewan Syuro DPP PKB ini yakni ke kediaman Musthofa Bisri atau Gus Mus di Rembang. Kepada Pendiri PKB ini, Para Kiai ini menyampaikan dan memohon doa akan kelancaran gelaran Muktamar PKB. Mereka pula menyampaikan soliditas kepengurusan PKB dari tingkat pusat sampai daerah serta sejumlah prestasi partai pasca pemilu 2024 lalu di bawah kepemimpinan Gus Muhaimin Iskandar.
Selain silaturahmi ke Para Kiai di atas, Anggota Dewan Syura Andy Muawiyah Ramli, Taufik Abdullah dan Kiai Otong Abdurrohman menyertai Ketua Umum Gus Muhaimin bertandang ke sesepuh NU, Syukron Makmun dan Ma'ruf Amin yang juga Wakil Presiden RI.
Beberapa daerah pun menggelar silaturahmi Para Kiai seperti di Malang, Semarang, Majalengka dan lain-lain. Sebelum agenda silaturahmi tersebut ada pertemuan terbatas Dewan Syura dengan para Tokoh PKB seperti Alwy Sihab, Hikam, Arifin Junaidi, Mun'im DZ, Masduki Baidhowi dan banyak tokoh lainnya.