Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 16.47 WIB

Biaya HUT RI di IKN Membengkak, Legislator PAN Singgung Kondisi Ekonomi Rakyat yang Tercekik

 

IKN siap untuk menggelar upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI. (Edy Pramana/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyoroti pengeluaran anggaran negara yang membengkak untuk membiayai kebutuhan operasional acara HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Guspardi meminta Pemerintah memberi penjelasan, terkait membengkaknya anggaran HUT ke-79 RI itu.
 
"Bukankah ini pemborosan anggaran? Padahal, masih banyak rakyat yang dihantui kondisi ekonomi yang berat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari saja sangat susah," kata Guspardi Gaus kepada wartawan, Kamis (8/8). 
 
Guspardi menegaskan, Pemerintah seharusnya mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia saat mengambil keputusan. Sehingga kebijakan yang diambil Pemerintah mengesampingkan kepentingan masyarakat, hanya untuk memenuhi ego penguasa semata.
 
"Jangan sampai masyarakat menilai Pemerintah terkesan tidak peka dengan keadaan ekonomi masyarakat yang sedang sulit, karena dikabarkan Pemerintah telah menyewa sekitar 1.000 mobil dan ratusan kamar hotel mewah untuk tamu dalam perayaan HUT ke-79 RI di IKN," papar Guspardi. 
 
Legislator PAN itu menilai, Pemerintah seharusnya bisa lebih bijaksana mempertimbangkan cost yang membengkak, hanya sekadar
penyelenggaraan peringatan HUT RI di IKN. Mengingat fasilitas di IKN belum lengkap, sehingga ada banyak kebutuhan tambahan yang diperlukan dalam pelaksanaannya.
 
“Sebenarnya miris ya. Apakah sewa mobil mewah lebih penting dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur?," tutur Guspardi. 
 
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sebelumnya mengakui, anggaran perayaan HUT ke-79 RI tahun ini membengkak. Hal ini setelah diisukan pihak Istana Kepresidenan menyewa 1.000 mobil Toyota Alphard senilai Rp 25 juta per unit.
 
Pratikno menegaskan, membengkaknya anggaran perayaan HUT ke-79 RI lantaran digelar di dua tempat, yakni Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Namun, ia mengklaim kenaikan anggaran itu tidak secara drastis.
 
"Ya karena upacara sekarang itu kan diselenggarakan di dua tempat, tentu saja anggarannya lebih besar dari sebelumnya tetapi nggak signifikan," ucap Pratikno di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (6/8).
 
Pratikno mengungkapkan, antusiasme masyarakat yang ingin hadir Upacara HUT ke-79 RI di IKN sangat luar biasa. Ia pun mengaku banyak menerima surat dari organisasi masyarakat (ormas) untuk dapat hadir Upacara HUT RI di IKN.
 
 
"Ada surat masuk dari organisasi-organisasi macam-macam yang kita terima. Tapi kami sampaikan bahwa peserta upacara di IKN itu adalah by invitation ya. Kita yang undang, karena sekali lagi itu kan sangat-sangat terbatas," tegas Pratikno.
 
Lebih lanjut Pratikno menyanggah bahwa mobilitas di IKN akan menggunakan mobil mewah seperti Toyota Alphard. Ia menekankan, akomodasi untuk para tamu negara dan VVIP akan menggunakan bus.
 
"Kita harus menyediakan banyak bus, itu pun kita sudah berkoordinasi dengan aparat setempat di Kaltim, Pemda, Pemkab, dengan Kapolda, dengan Pangdam, sama-sama berkolaborasi agar apa yang dibutuhkan dalam proses detik-detik proklamasi itu bisa tercukupi," pungkas Pratikno.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore