Ilustrasi- Pria yang tidak punya teman dekat. (freepik)
JawaPos.com - Ada perbedaan yang jelas antara berusia di atas 35 tahun, lajang, dan puas, dan berusia di atas 35 tahun, lajang, dan terjebak dalam kebiasaan. Perbedaannya semua bermuara pada sikap. Beberapa pria di atas 35 tahun masih lajang karena mereka memilih untuk menjadi lajang, menjalani kehidupan yang penuh petualangan dan kemandirian.
Tetapi bagi yang lain, itu bukan pilihan, melainkan hasil dari sifat-sifat tertentu yang tidak menarik yang cenderung mendorong orang menjauh. Ciri-ciri ini tidak selalu terlihat jelas, tetapi begitu anda tahu apa yang harus dicari, ciri-ciri tersebut menjadi sangat jelas. Dan mari kita hadapi itu, tidak ada yang mau menjadi orang yang tanpa sadar mendorong orang menjauh.
Dikutip dari hackspirit, berikut 5 sifat tidak menarik yang biasanya ditampilkan oleh pria berusia di atas 35 tahun dan masih lajang. Mari kita mulai.
1)Kurangnya komitmen
Tidak jarang bertemu pria berusia di atas 35 tahun yang masih lajang, dan seringkali, itu bukan karena pilihan. dia mungkin memiliki sifat yang menurut banyak orang tidak menarik-kurangnya komitmen. Komitmen bukan hanya tentang memilih satu orang dan tetap bersama mereka. Ini tentang membuat keputusan dan mendukungnya, bahkan ketika keadaan menjadi sulit. Ini tentang merencanakan masa depan dan tetap berpegang pada rencana itu. Banyak pria berusia di atas 35 tahun yang masih lajang mungkin menemukan diri mereka dalam situasi ini karena mereka berjuang dengan komitmen. Mereka mungkin mengalami kesulitan membuat keputusan atau berpegang teguh pada keputusan itu setelah dibuat. Ini bisa membuat frustrasi calon mitra yang mencari stabilitas dan keandalan. Itu bisa membuat pembentukan hubungan yang langgeng menjadi sulit, yang dapat menyebabkan siklus melajang.
2) Bersikap terlalu kritis
Saya memiliki beberapa teman yang berusia di atas 35 tahun dan masih lajang. Mereka adalah orang-orang hebat dalam banyak hal, tetapi satu hal yang menonjol adalah kecenderungan mereka untuk bersikap terlalu kritis. Saya ingat seorang teman khususnya, sebut saja dia Mark. Mark cerdas, sukses, dan memiliki selera humor yang tinggi. Tapi dia punya kebiasaan mengkritik segalanya-mulai dari makanan di restoran, hingga plot film terbaru.
Pada awalnya, sepertinya dia hanya memiliki standar yang tinggi. Namun seiring berjalannya waktu, menjadi jelas bahwa kritiknya yang terus-menerus mendorong orang menjauh.
Sepertinya dia selalu mencari kekurangan, bahkan pada orang yang dia kencani. Sifat yang terlalu kritis ini membuatnya sulit untuk membentuk hubungan yang langgeng. Calon pasangan merasa dihakimi dan merasa sulit untuk bersantai di sekitarnya. Akibatnya, Mark tetap melajang lebih lama dari yang diinginkannya. Menjadi terlalu kritis bisa menjadi sifat yang tidak menarik yang menyebabkan kelajangan yang berkepanjangan. Kuncinya adalah belajar menghargai kebaikan dalam berbagai hal dan orang serta mengungkapkan kritik secara konstruktif.
3) Takut ditolak
Tahukah Anda bahwa rasa takut akan penolakan sebenarnya adalah naluri utama? Kembali ke zaman manusia gua, ditolak dari suku itu adalah hukuman mati. Itulah mengapa hal itu sangat memukul kita bahkan hingga hari ini. Banyak pria berusia di atas 35 tahun yang masih lajang menunjukkan rasa takut yang mendasar akan penolakan. Hal ini dapat terwujud dalam keengganan untuk mendekati calon pasangan, atau ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan mereka karena takut mereka tidak akan kembali. Ketakutan ini bisa melumpuhkan, dan seringkali mengakibatkan hilangnya peluang untuk menjalin hubungan yang bermakna. Menaklukkan rasa takut ini mungkin tidak mudah, tetapi penting bagi siapa pun yang berharap untuk meninggalkan kehidupan lajang.
4) Kurangnya kesadaran diri
Kesadaran diri adalah kemampuan untuk melihat diri kita sendiri dengan jelas, untuk memahami siapa kita, bagaimana orang lain melihat kita, dan bagaimana kita menyesuaikan diri dengan dunia. Ini adalah sifat penting untuk pertumbuhan pribadi dan membentuk hubungan yang sehat
Namun, beberapa pria berusia di atas 35 tahun dan masih lajang mungkin mengalami kesulitan dengan sifat ini. Mereka mungkin tidak menyadari kebiasaan, sikap, dan perilaku mereka sendiri yang mungkin tidak menarik bagi calon pasangan. Misalnya, mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka cenderung memonopoli percakapan atau mengabaikan pendapat orang lain. Atau mereka mungkin tidak melihat bahwa kenegatifan atau sarkasme mereka bisa membuat mereka kecewa. Menjadi lebih sadar diri bisa menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Ini memungkinkan kita untuk memahami diri kita sendiri dengan lebih baik, membuat perubahan jika perlu, dan pada akhirnya menjadi lebih menarik bagi orang-orang di sekitar kita.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
