Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2024 | 16.37 WIB

Hutan Lindung Danau Toba Terbakar, DPR Sesalkan Pemerintah Tak Lebih Antisipasi Karhutla

 
 
 

Hutan terbakar di Sumatera.

 
 
JawaPos.com - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti keterbatasan alat pemadam untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, Karhutla terjadi di Hutan Lindung Siarubung/Dolok Sijonaha yang termasuk dalam kawasan wisata Danau Toba di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).
 
“Kami sangat menyesalkan karhutla lagi-lagi kembali terjadi, apalagi kebakaran terjadi di hutan lindung yang berfungsi sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan kita,” kata Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (19/7).
 
Karhutla di kawasan wisata Danau Toba itu terjadi mulai Minggu (14/7) lalu di kawasan dekat Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Samosir telah melahap padang ilalang dan pohon pinus yang tumbuh di perbukitan tersebut. 
 
Menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemerintah Provinsi Sumut, api diduga berawal dari pembukaan lahan dan sudah melahap lebih dari 100 hektar hutan lindung. Petugas kesulitan memadamkan api karena lokasi kebakaran merupakan daerah perbukitan terjal tanpa akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran.
 
Belum lagi angin kencang, ilalang kering, dan musim kemarau membuat api semakin cepat meluas. Daniel pun memberi catatan kepada Pemerintah karena kurangnya antisipasi untuk menghadapi karhutla.
 
“Karhutla ini selalu berulang setiap tahunnya di saat musim kemarau. Pemerintah harusnya lebih sigap dalam melakukan antisipasi. Siapkan sarana pemadam karhutla yang maksimal!” tegasnya.
 
Akibat keterbatasan alat dan personel dalam menjangkau kawasan yang terbakar, petugas tidak bisa mengakses beberapa titik api besar. Ia menyebut, pemerintah seharusnya siapkan helikopter water bombing di daerah-daerah yang kerap terjadi karhutla, termasuk di kawasan Danau Toba.
 
 
“Khususnya saat musim kemarau seperti sekarang sehingga saat ada muncul karhutla, api bisa langsung cepat dipadamkan dan tidak semakin menyebar,” tegas Daniel.
 
Daniel menilai, Pemerintah kurang memberi perhatian untuk penanganan karhutla yang terus menerus terjadi. Bahkan, karhutla di kawasan Danau Toba lebih luas dibanding tahun lalu dan area yang terbakar sebagian besar adalah lahan kritis di perbukitan yang sudah mengering, khususnya di Kecamatan Harian dan Sianjur Mula-Mula.
 
“Ini cukup ironi ya. Karhutla di area Danau Toba yang merupakan kawasan strategis nasional dan destinasi pariwisata superprioritas hanya ditangani ‘seadanya’ saja dan tidak cukup dianggap penting untuk mendapat sarana terbaik,” pungkas Daniel.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore