Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juni 2024 | 03.13 WIB

Enggan Bahas Perkara Dirinya dan Harun Masiku di KPK, Hasto Pilih Sibukan Diri Selesaikan Disertasi Doktoral

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hadir memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/8).  (Muhammad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hadir memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/8). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto enggan membahas polemik terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto mengaku, saat ini dirinya tengah sibuk menyelesaikan penelitian disertasi di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

Penelitian itu dilakukan untuk menyelesaikan gelar doktoral kedua. Setelah sebelumnya Hasto Kristiyanto menyelesaikan studi doktoral pertama di Universitas Pertahanan (Unhan).

"Kalau di Universitas Pertahanan, disertasinya tentang teori geopolitik Soekarno, maka di SKSG UI ini fokusnya mengkonstruksikan teori pelembagaan partai dalam kaitannya dengan kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri, ideologi dan relevansinya terhadap ketahanan partai,” kata Hasto ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

Hasto hanya tersenyum saat disinggung persoalan hukum di KPK maupun Kepolisian. Ia menegaskan, saat ini tengah fokus pada percepatan studi disertasi di SKSG UI. Politikus asal Jogjakarta itu mengaku dirinya bakal mengikuti ujian seminar hasil tahap dua pada pekan depan.

"Saya kebut disertasi di UI, nanti ada konstruksi teori pelembagaan partai. Pendekatannya mixed method melalui tahapan kualitatif dengan critical discourse analysis, dan fenomenologi. Sedangkan secara kuantitatif juga sudah diselesaikan dengan responden sebanyak 2028 dari seluruh Indonesia baik dari internal maupun eksternal, khususnya dosen politik, ilmu pemerintahan, PPKN, ketahanan nasional dan ilmu pertahanan,” ucap Hasto.

Lebih lanjut, Hasto berharap penelitian yang dihasilkan dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

"Model yang disusun dengan variabel kepemimpinan strategis, ideologi, pelembagaan partai, dan ketahanan partai dikaji secara komprehensif dan diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia melalui pelembagaan partai,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Hasto Kristiyanto diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) yang menjerat daftar pencarian orang (DPO) Harun Masiku, pada Senin (10/6). Usai menjalani pemeriksaan, Hasto mengaku bahwa handphone (HP) miliknya disita KPK.

Penyitaan HP itu setelah penyidik KPK menggeledah staf Hasto, Kusnadi, ketika menemani pemeriksaan di gedung lembaga antirasuah. Bahkan, pihak Hasto dan Kusnadi juga telah melaporkan penyidik ke Dewan Pengawas KPK dan Komnas HAM buntut penyitaan HP tersebut.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore