JawaPos.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menjadi khatib salat Idul Adha 1445 Hijriah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (17/6). Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir sebagai jamaah dalam salat ied tersebut.
Dalam khotbahnya, Hasyim berbicara soal sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia. Seperti sifat mementingkan diri sendiri, hingga sifat sombong.
"Sifat yang menganggap bahwa hanya golongannya lah yang selalu benar, serta sifat yang memperlakukan sesamanya atau selain golongannya sebagai mangsa, atau musuh," kata Hasyim saat menyampaikan khutbah.
Hasyim menambahkan, sifat kebinatangan lainnya yakni selalu curiga, menyebarkan isu yang tidak benar, fitnah, rakus, dan tamak. Selain itu, ambisi yang tidak terkendalikan, tidak mau melihat kenyataan hidup, tidak mempan diberi nasihat, tidak mampu mendengar teguran, merupakan sifat-sifat yang tercela dalam pandangan Islam.
"Sifat-sifat yang demikian, jika tetap dipelihara dan bercokol di dalam diri seseorang, akan membawa kepada ketidakstabilan dalam hidup, ketidak-harmonisan dengan lingkungan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat," ucap Hasyim.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini menambahkan, sifat-sifat tersebut akan memudahkan jalan bagi terciptanya perpecahan. Bahkan, ketidaktenteraman dalam kehidupan.
"Ajaran Islam dengan ajaran kurbannya menghendaki agar seorang Muslim mau mengorbankan sifat-sifat seperti itu dengan tujuan agar kestabilan dan ketenteraman hidup dalam masyarakat dapat diwujudkan dan kedamaian antara sesama manusia dapat direalisir," ujar Hasyim.
Hasyim juga menyampaikan pesan dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Ismail, dan diganti dengan hewan kurban. Dia menyebut, ajaran Islam menghendaki agar kurban yang disampaikan harus binatang yang sempurna sifat-sifatnya, jantan, tidak buta, tidak lumpuh, tidak kurus, dan tidak cacat.
"Ini mengandung makna bahwa di dalam melakukan kurban, beramal, dan berkarya setiap muslim dituntut untuk berusaha dalam batas-batas kemampuan maksimal, dengan mengerahkan tenaga secara optimal, tidak bermalas-malasan, tidak melakukan sesuatu dengan sembrono," pungkas Hasyim.