
BUPATI PETAHANA: Ikfina Fahmawati (tengah) saat menyerahkan berkas formulir pendaftaran bacabup di kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto (4/5).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, serta Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sudah satu periode bekerja. Tapi, belum semuanya secara terbuka menyatakan maju lagi meski sejumlah dukungan parpol telah mencuat.
MAJUNYA mereka dalam perebutan takhta di kabupaten masing-masing dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak sebelumnya sempat mengundang sorotan. Maklum, yang akan digantikan adalah suami mereka.
Abdullah Azwar Anas, suami Ipuk Fiestiandani, memimpin Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dua periode, 2010–2021.
Masih di Jawa Timur, Mustofa Kamal Pasa, suami Ikfina Fahmawati, juga dua periode memimpin Kabupaten Mojokerto. Meski terhenti di tengah jalan karena tersandung kasus korupsi. Kustini Sri Purnomo juga bersuami mantan bupati. Sri Purnomo menakhodai Kabupaten Sleman, Jogjakarta, pada 2010–2021.
Ipuk, Ikfina, dan Kustini hanya sedikit contoh dari sejumlah lainnya di berbagai penjuru tanah air: istri para mantan bupati/wali kota yang memenangi pilkada. Tapi, ada yang menduga nama besar atau pengaruh kuat sang suami turut berperan penting dalam keterpilihan mereka.
Karena itu, Pilkada Serentak 2024 menjadi semacam pembuktian. Apakah kinerja selama satu periode menjabat bakal cukup menjadi modal untuk membawa mereka kembali ke tampuk pimpinan tertinggi di kabupaten masing-masing.
Bupati Banyuwangi Fokus Selesaikan Tugas
Ipuk Fiestiandani saat menerima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha di Surabaya (25/4). Ipuk juga belum resmi menyatakan akan ikut Pilbup Banyuwangi 2024.
Pada 2023, indeks pembangunan manusia (IPM) Banyuwangi mencapai 73,79, lebih tinggi ketimbang 2022 sebesar 73,15. Realisasi IPM 2023 tersebut 103,54 persen melampaui target yang ditetapkan.
Mengutip Jawa Pos Radar Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu juga mencatatkan angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka. Berdasar data Badan Pusat Statistik, pada 2023 persentase penduduk miskin di Bumi Blambangan sebesar 7,34 persen. Lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencapai 7,51 persen.
Bahkan, persentase penduduk miskin tersebut juga lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada 2019 persentase penduduk miskin di Banyuwangi 7,52 persen.
Itu saja sebenarnya sudah bisa dijadikan modal Ipuk untuk maju lagi sebagai bupati Banyuwangi. Belum lagi yang terbaru, Ipuk dan Pemkab Banyuwangi pada puncak peringatan Hari Otonomi Daerah di Kota Surabaya pada 25 April lalu diganjar penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Anugerah itu diberikan atas hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2022 yang juga mendapatkan nilai terbaik nasional dengan status kinerja tertinggi.
Tapi, sampai kemarin (5/5), Ipuk belum menyatakan secara resmi bahwa dirinya bakal kembali maju. ”Mohon doa restunya ya. Saya masih ingin menyelesaikan tugas sebagai bupati,” ujarnya.
Selain Golkar, Ipuk tampaknya juga dilirik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Buktinya, meski tidak mendaftar sebagai cabup pada penjaringan yang dilakukan di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Banyuwangi, Ipuk diundang dalam pertemuan antara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama para calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah PKB se-Jatim di Surabaya pada Sabtu (4/5).
Bupati Mojokerto Pecah Kongsi dengan Wakil Bupati

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
