Anggota Asosiasi Ulama untuk Palestina (AUP), Hatim Abdul Azhem mengatakan, aksi Israel adalah pelanggaran HAM bagi rakyat Palestina.
JawaPos.com - Kecamanan terhadap aksi penjajahan Israel atas Palestina terus mengeras. Tindakan Israel ini dianggap makin brutal dan tidak bisa ditolelir. Karena itu harus segera dihentikan.
Anggota Asosiasi Ulama untuk Palestina (AUP), Hatim Abdul Azhem mengatakan, aksi Israel adalah pelanggaran HAM bagi rakyat Palestina. Oleh karena itu, seharusnya dunia menekan Israel agar menghentikan agresi militer tersebut.
"Isu kemanusiaan di Palestina sudah tidak bisa ditawar lagi, seluruh komunitas internasional sepakat bahwa kejadian yang terjadi di Gaza pada khususnya dan Palestina pada umumnya merupakan bentuk pelanggaran HAM dan hukum internasional yang sudah di luar nalar," kata Hatim dalam sarasehan yang digelar oleh Yayasan Wafaa Indonesia dan Asosiasi Ulama untuk Palestina, Senin (4/3).
Hatim menilai, pengetahuan mengenai isu Palestina harus menyeluruh dan lengkap. Hal ini tidak saja dibutuhkan oleh pemerintah, politisi dan para pengambil kebijakan, akan tetapi juga masyarakat secara umum.
Pria asal Turki ini menuturkan, Masjid Al Aqsa yang ada di Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam di dunia sebelum dipindahkan oleh Allah SWT ke Mekkah, Arab Saudi. Sehingga, tidak benar jika Al Aqsa adalah wilayah Israel.
"Oleh karenanya kedudukan Masjid Al Aqsa setara dengan dua masjid lainnya yaitu Masjid Al Haram yang ada di Mekkah dan Masjid Nabawi yang ada di Madinah," jelas Hatim.
Dalam aspek sejarah, juga tidak benar bila Al Aqsa ini adalah wilayah Israel. Sebagai umat islam, Alquran juga telah menyatakan dengan tegas keberadaan Al Aqsa.
"Sehingga atas klaim tersebut, hari ini gerakan zionis Israel menjajah Palestina dan Al Aqsa dengan sangat keji," tegasnya.
Atas dasar itu, Hatim menyampaikan agar masyarakat umum tidak melupakan bahwa apa yang terjadi di Palestina bukanlah semata konflik politik regional. Tetapi ini menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar apabila tindakan Israel tetap dibiarkan.
"Kita harus terus menerus melakukan solidaritas terhadap perjuangan pembebasan Palestina dan menghentikan penjajahan Israel dengan tiga cara yaitu mendoakan, menyisihkan sebagian harta bagi rakyat Palestina dan menyuarakan apa yang terjadi di Palestina kepada semua orang," pungkas Hatim.
Sebagai lembaga pemberdayaan sosial kemanusiaan, Wafaa Indonesia, akan terus mengawal proses pendidikan dan juga menggalang solidaritas masyarakat Indonesia agar terus peduli terhadap nasib bangsa Palestina. Yayasan akan membuat kegiatan-kegiatan untuk menggalang dukungan bagi Palestina.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
