Tangkapan layar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, pada hari Selasa (30/1).
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memblokir atau membekukan anggaran Kementerian/Lembaga (KL) senilai Rp 50,14 triliun pada 2024. Kebijakan ini dilakukan melalui penyesuaian anggaran atau Automatic Adjustment.
Kebijakan tersebut pertama kali dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada tahun 2022 dengan total anggaran yang dicadangkan sebesar Rp 24,5 triliun dari seluruh Kementerian dan Lembaga. Sedangkan, 2023 dan 2024 anggaran yang dibekukan hampir sama yakni Rp50 triliun.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan kebijakan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengantisipasi krisis tak terduga di tahun ini.
Antara lain berkaitan dengan pengaruh kondisi geopolitik dan ketidakpastian perekonomian global.
"Sesuai arahan Presiden saat penyerahan DIPA tahun 2024, saat ini kondisi geopolitik global yang dinamis berpotensi mempengaruhi perekonomian dunia, sehingga perlu diantisipasi potensi atau kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi di tahun 2024," kata Deni dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (5/2).
Diketahui, belajar dari covid-19, pemerintah ingin setiap KL memiliki dana cadangan yang bisa digunakan jika terjadi krisis tak terduga. Caranya melalui kebijakan Automatic Adjustment ini.
Deni memastikan bahwa anggaran yang diblokir akan tetap ada di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) masing-masing Kementerian/Lembaga. Hanya saja tidak bisa dibelanjakan langsung di awal tahun.
Adapun tujuannya, agar melatih Kementerian/Lembaga untuk bisa membuat prioritas program dan tidak jor-joran menggunakan anggaran. "Pada dasarnya, anggaran yang terkena automatic adjustmentmasih tetap berada di K/L," pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
