
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto santap siang bersama di kios Bakso dan Mie Ayam Pak Sholeh Bandongan, Kabupaten Magelang, Senin (29/1).
JawaPos.com - Cucu presiden pertama Indonesia, Bung Karno, Mahardhika Soekarno menyesalkan ucapan pamannya, Guntur Soekarnoputra, yang menyatakan nasib Presiden Jokowi terserah mau diapain jika Ganjar - Mahfud terpilih dalam Pilpres 2024.
Pernyataan Guntur tersebut disampaikan dalam acara Rock and Roll Days di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo, Senin (29/1). Saat itu, putra sulung Soekarno ini mengatakan, adalah kebutuhan sejarah kalau NKRI mau langgeng maka harus memenangkan Ganjar dalam Pilpres.
Selain itu, dia juga disampaikan bahwa kalau Ganjar-Mahfud sudah jadi Presiden dan Wakil Presiden, punya hak prerogatif dalam menentukan nasib Jokowi.
Mahardhika, yang merupakan putra Rachmawati Soekarnoputri, sangat menyesalkan dan menyayangkan pernyataan Guntur, yang merupakan pamannya. “Sepertinya Pakde Guntur harus lebih banyak belajar lagi dari pemikiran Kakek saya, Bung Karno," ucapnya, Kamis (1/2).
Menurut Mahardhika, pernyataan Guntur bahwa memilih Ganjar dalam Pilpres sebagai kebutuhan sejarah, tidak berdasar. Sebab, kontestasi Pilpres adalah mekanisme demokrasi dalam rangka memilih pemimpin terbaik untuk bangsa ini.
“Siapa pun yang terpilih menjadi Presiden, maka Indonesia harus tetap utuh dan eksis,” ucapnya.
Terkait dengan kontestasi Pilpres, lanjut dia, ada teladan yang diberikan Prabowo, yaitu selalu mendukung siapa pun yang menjadi pemenang. “Sikap kenegarawanan seperti ini yang seharusnya dijadikan teladan oleh kita semua,” imbuhnya.
Terkait ucapan mengenai nasib Jokowi, Mahardhika menyatakan, pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh tokoh senior sekelas Guntur. Sebab, bagaimanapun Jokowi adalah Presiden terpilih yang mendapat mandat dari rakyat dan tentu semua harus menghormati dan menghargai hal tersebut.
"Tidak boleh dan tidak etis menekan dan menggertak Presiden seperti itu," ucapnya.
Mahardhika menambahkan, fatsun politik yang diajarkan Bung Karno tidak seperti itu.
“Bung Karno sangat menghormati dan menghargai semua tokoh politik bangsa yang berjuang lewat jalan demokrasi. Bahkan Bung Karno bisa sangat akrab secara pribadi dengan tokoh politik yang berseberangan garis politiknya dengan beliau. Bahkan beliau bisa akrab dengan lawan politiknya,” ucapnya.
Sikap Bung Karno tersebut, kata Mahardhika, hendaknya bisa dijadikan teladan oleh tokoh-tokoh politik Tanah Air saat ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
