Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Januari 2024 | 05.34 WIB

Ganjar Akan Gelar Pasukan Antisipasi Pergeseran Pusat Interaksi Indonesia di IKN

Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya saat debat ketiga Pilpres 2024. - Image

Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya saat debat ketiga Pilpres 2024.

JawaPos.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyoroti isu strategis terkait pertahanan dan geopolitik dalam panggung debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1). 
 
Ganjar menekankan, perlunya mendorong sistem pertahanan rakyat semesta dengan lapisan yang kuat, menjadikan benteng pertahanan nusantara sebagai satu kesatuan.
 
"Sistem pertahanan rakyat semesta mesti kita dorong, kita lapisi dengan pertahanan yang betul-betul berlapis dan kita jadikan benteng pertahanan nusantara sebagai sebuah satu kesatuan," kata Ganjar. 
 
 
Ganjar juga mengusulkan, penataan gelar pasukan sebagai antisipasi terhadap pergeseran pusat interaksi yang nanti di Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk mecegah dampak dari persaingan global antara Amerika dan Tiongkok. 
 
"Kita perlu melakukan penataan gelar pasukan karena IKN (Ibu Kota Nusantara) menjadi pusat grativasi baru dan ini bagian dari antisipasi terhadap tarung global antara Amerika dan Tiongkok," ucap Ganjar.
 
Karena itu, Ganjar mengusulkan pembaharuan pertahanan dengan melibatkan teknologi tinggi, seperti rudal hipersonik, senjata siber, sensor kuantum, dan sistem senjata otonom. Ia optimis, target Minimum Essential Forces (MEF) bisa tercapai dengan alokasi anggaran 1 sampai 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). 
 
 
"Untuk itulah, pertahanan kita mesti masuk pada 5.0, dengan teknologi sakti, dengan rudal hipersonik, senjata siber, sensor quantum dan sistem senjata otonom dan itu bisa dilakukan dengan kalau anggaran dari Kementerian Pertahanan itu satu sampai dua persen dari PDB," ujar Ganjar. 
 
Namun, Ganjar menyampaikan kekhawatiran bahwa pada 2024, target tersebut tidak tercapai, menandai tantangan serius dalam mencapai kekuatan pertahanan yang diinginkan.
 
"Sehingga MEF akan bisa tercapai. Karena ini yang mengerikan di 2024 saya khawatir ini tidak tercapai," pungkasnya. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore