Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Oktober 2021 | 02.48 WIB

Wakil Ketua MPR: Jangan Kaburkan Sejarah Perjuangan Ratu Kalinyamat

Lestari Moerdijat - Image

Lestari Moerdijat

JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, generasi muda harus bisa meneladani pencapaian Ratu Kalinyamat yang sangat menginspirasi. Pasalnya sosok asli Jepara, Jawa Tengah itu berhasil membangun armada laut yang kuat demi mempertahankan wilayah Indonesia di masa kini dan mendatang.

"Di abad ke-16 sudah ada jejak-jejak supremasi maritim yang ditorehkan oleh tokoh perempuan yang dikenal dengan Ratu Kalinyamat," kata Lestari saat membuka Seminar Internasional secara daring bertema Konstelasi Kekuatan Poros Maritim Dalam Perspektif Ratu Kalinyamat yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (6/10).

Berdasarkan kajian para pakar yang tergabung dalam Tim Pakar Ratu Kalinyamat dari Yayasan Darma Bakti Lestari, Ratu Kalinyamat berhasil membangun kedaulatan keamanan dan mampu membangun aliansi strategis untuk mengatasi ancaman kolonial.

"Sangat disayangkan, citra Ratu Kalinyamat saat ini malah dipersepsikan negatif," ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem yang berharap sejarah Ratu Kalinyamat yang dikaburkan di masa lalu itu bisa segera diluruskan.

Karena itu, jelas Rerie sapaan akrba Lestari, berbagai temuan ilmiah dari pakar sejarah membuktikan peran Ratu Kalinyamat sedemikian penting dalam memimpin perlawanan terhadap penjajahan Portugis dengan menerapkan visi poros maritim.

"Dalam perspektif poros maritim, saat ini Indonesia harus menjadi poros maritim dunia sehingga harus membangun supremasi maritim," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Pusat Kajian Maritim SESKOAL, Kolonel Laut (P) Salim berpendapat Indonesia harus membangun maritim menjadi kuat. "Bila kita saat ini mengedepankan pembangunan kontinental, kita sebagai bangsa akan menuju kehancuran," ujarnya.

Selain itu, ungkap Salim, sejumlah upaya untuk menghancurkan suatu bangsa antara lain juga bisa lewat pengaburan sejarah dan menghancurkan bukti sejarah. Dia menduga cara yang sama juga dialami Ratu Kalinyamat, seorang tokoh perempuan di masa lalu yang berperan aktif melawan penjajah lewat penguatan maritim, tetapi dicitrakan sebaliknya dengan menghilangkan jejak sejarah kepahlawanannya dalam mempertahankan wilayah Nusantara.

Menurut Salim, menguasai Asia sama dengan mengendalikan dunia. Salim berpendapat, Indonesia harus memiliki strategi pertahanan mariitim nasional yang kuat. Karena, Indonesia berada di antara perairan utama Asia yang saat ini menjadi perhatian kekuatan maritim dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, dan Perancis.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengamat Militer dan Hankam, Connie Rahakundinie Bakrie berpendapat untuk membangun kekuatan maritim nasional sangat memerlukan dukungan sektor ekonomi, militer dan diplomasi yang kuat.

"Kita harus mampu memperkuat langkah kita untuk mengontrol laut dalam rangka mengamankan perairan di Nusantara," ujarnya.

Salah satu langkah untuk mendukung upaya itu, slah satunya dengan penguatan industri pertahanan nasional untuk menopang ketersediaan peralatan pertahanan yang diperlukan. Karena itu, tugas setiap warga negaranya adalah, mewujudkan kedaulatan di sektor maritim.

"Salah satunya dengan mengembalikan marwah perjuangan Ratu Kalinyamat," ujarnya.

Sejarawan Ratno Lukito yang juga Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Yayasan Dana Bhakti Lestari mengungkapkan tantangan dalam riset yang dilakukannya cukup kompleks karena harus melawan mitos terkait Ratu Kalinyamat yang sudah menjadi pengetahuan masyarakat sejak ratusan tahun.

Menurut Ratno, temuan delapan bukti primer terkait perjuangan Ratu Kalinyamat dari hasil riset yang dilakukan tim menunjukkan mitos yang selama ini berkembang adalah salah.

"Fakta baru tentang kepahlawanan Ratu Kalinyamat, harus segera disebarluaskan agar mitos negatif yang selama ini menyertai Ratu Kalinyamat segera diakhiri," ujarnya.

Fakta baru juga diungkapkan oleh Peneliti dari Catolica Universidade Portuguesa, Vitor Teixeira menurutnya, kehadiran Ratu Kalinyamat di abad ke-16 bukan sekadar Ratu yang perkasa dari Jepara, tetapi juga penerus kekuasaan di pesisir Utara Jawa yang merupakan kawasan penting dalam jaringan perdagangan di kawasan Asia.

"Selain itu, sepak terjang Ratu Jepara di masa itu juga memperlihatkan kuatnya aspek diplomasi yang dilakukan sehingga berdampak pada sisi religi dan budaya," tuturnya.

Pemikiran lain yang juga menjadi nafas perjuangan Ratu Kalinyamat adalah soal gender, hak perempuan, kesempatan kepada perempuan untuk memimpin berhadapan dengan kultur lokal. Ratu Kalinyamat, ujarnya, adalah perintis anti-kolonialisme kendati beberapa kali dikalahkan Portugis.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore