Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 13.26 WIB

Pernyataan Penutup di Debat Capres, Anies: Wakanda No More, Indonesia Forever!

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dipotong ucapannya oleh Prabowo Subianto saat debat capres perdana di KPU RI, Selasa (12/12). - Image

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dipotong ucapannya oleh Prabowo Subianto saat debat capres perdana di KPU RI, Selasa (12/12).

JawaPos.com - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan memberi pernyataan pamungkas dalam debat perdana capres di KPU RI, Selasa (12/12) malam WIB dengan mengungkit-ungkit soal wakanda. Mulanya, ia menyatakan bahwa kebebasan berpendapat akan menjadi janji yang akan dituntaskannya bila terpilih menjadi Presiden RI.

"Anak-anak muda, kita semua menyadari pemilu tentang masa depan. Anda memilih masa depan. Saya yakin Anda memilih yang serius menjadi presiden, bukan yang main-main untuk menjadi presiden," kata Anies saat memberikan pernyataan penutup di KPU RI, Selasa (12/12).

"Dan ketika kita bicara masa depan, saya ingin menyampaikan kepada semua, kebebasan berpendapat akan dijamin, kita tidak mengizinkan lagi situasi di mana orang takut. Maka saya sampaikan, wakanda no more, Indonesia forever," sambungnya yang disambut riuh penonton.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu membuat gerakan tangan menyilang di depan dada saat mengatakan "Wakanda no more" dan mengangkat kedua tangannya dengan satu telunjuk masing-masing mengacung saat mengatakan "Indonesia forever".

Dalam kesempatan yang sama, Anies juga menegaskan bahwa semua orang pasti menginginkan negara yang praktik korupsinya dapat diberantas hingga tuntas.

"Pemerintah memberikan pelayanan yang terbaik dan kita menjunjung etika kita sama di situ," ucapnya.

"Karenanya kita ingin sampaikan kepada semua, kita berada di persimpangan jalan. Antara tetap menjadi negara hukum di mana kekuasaan dikendalikan hukum atau kita menjadi negara kekuasaan dimana hukum diatur dan dikendalikan penguasa," sambung Anies.

Oleh karenanya, Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menawarkan agenda perubahan untuk memastikan Indonesia tak jadi negara kekuasaan yang dapat mengatur-atur hukum.

"Dan saya ingin mengatakan bahwa etika dijunjung tinggi. Ketika ada pelanggaran etika jangan bersembunyi dibalik keputusan hukum," tandasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore